unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Ulasan Kritikus untuk Insidious: Out of the Further: Pedas, tapi Ada Nilai Positifnya
Hiburan

Ulasan Kritikus untuk Insidious: Out of the Further: Pedas, tapi Ada Nilai Positifnya

Ulasan Kritikus untuk Insidious: Out of the Further: Pedas, tapi Ada Nilai Positifnya
Ulasan Kritikus untuk Insidious: Out of the Further: Pedas, tapi Ada Nilai Positifnya
A A Ukuran Teks16px

Jakarta, CNN Indonesia -- Insidious: Out of the Further sepertinya berada di luar kasih sayang para kritikus sejak rilis pada 19 Agustus 2026.

Film horor keenam saga Insidious ini disambut tak begitu ramah dari ulasan para kritikus.

>>> Ayu Ting Ting Ungkap Alasan Pindah ke Jakarta Selatan demi Bilqis

Film ini mendapatkan nilai Tomatometer 57 persen dari 96 kritikus di laman agregator Rotten Tomatoes per Senin (24/8), sehingga gagal mendapatkan nilai cukup untuk mendapatkan penilaian "lumayan".

Meski nilai tersebut terbilang buruk, saga keenam Insidious yang digarap dan ditulis oleh Jacob Chase ini punya nilai kedua terbaik dari seluruh saga Insidious.

Nilai Tomatometer terbaik masih dipegang oleh rilisan asli Insidious (2011) yang memperoleh skor 66 persen.

Sementara nilai terburuk dipegang oleh saga keempat, atau Insidious: The Last Key (2018) yang mendapatkan nilai 34 persen.

Meski begitu, nilai dari penonton alias Popcornmeter menunjukkan Insidious: Out of the Further mendapatkan nilai cukup baik, yakni 70 persen menurut penilaian lebih dari 500 akun terverifikasi.

Menurut para kritikus, Insidious: Out of the Further mungkin akan disuka oleh penonton baru waralaba ini.

Namun untuk mereka yang sudah melihat sejak awal, tak ada perkembangan berarti selain horor berputar-putar di dalam rumah.

"Dua belas tahun yang lalu, film pertamanya menjadi sensasi beranggaran rendah dalam genre ini; sejak saat itu, waralaba ini justru terjebak dalam purgatoriumnya sendiri," kata Brandon Yu dari New York Times.

"Sensasi yang memacu adrenalin-baik secara visual maupun psikologis-sebenarnya bisa dinikmati seandainya tidak dibarengi dengan begitu banyak penjelasan yang tidak masuk akal.

Berupaya memaksakan logika ke dalam cerita ini adalah tindakan sia-sia yang melelahkan," kata Johnny Oleksinski dari New York Post.

📰 Update Terbaru