Bareskrim Polri menggeledah sebuah rumah mewah di Jalan Cendana Golf III, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Rumah tersebut diduga menjadi tempat pemurnian dan pengolahan emas ilegal.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, mengungkapkan bahwa tersangka berinisial R menunjuk rumah tersebut sebagai lokasi transaksi jual beli emas ilegal.
>>> Hadiah Koneksi di Era Digital: 7 Pilihan Smartphone Terbaik untuk Orang Tua Tahun 2026
Rumah itu juga diduga menjadi tempat tinggal warga negara China berinisial GCZ yang terkait dengan aktivitas pengolahan emas ilegal.
"Ketika ditangkap pada saat mendarat dari Jepang di Bandara Soekarno Hatta, tersangka tersebut menunjuk sebuah rumah sebagai tempat transaksi jual beli emas ilegal," kata Irhamni dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
Menurut Irhamni, rumah di kawasan Penjaringan tersebut diduga menjadi home base pelaku warga negara China berinisial GCZ.
Lokasi itu juga diduga digunakan sebagai workshop untuk pemurnian dan pengolahan emas sebelum diselundupkan ke China dengan modus menempelkan emas di sekujur tubuh atau body strapping.
Dari lokasi, penyidik menyita sejumlah barang bukti.
>>> Frustrasi 30 Tahun, Warga Pandeglang Patungan Aspal Jalan Kabupaten
Barang bukti tersebut antara lain uang tunai Rp50 juta di lantai satu dan Rp10 juta di lantai dua, dua unit laptop, dua unit iPhone, timbangan digital, grinder pembakaran, serta alat Gold Detector Operation Steps Ray 6000.
Penyidik juga menemukan air soft gun beserta gas CO2 dan pelurunya, dokumen pembayaran, serta berita acara serah terima rumah antara pemilik dan penyewa berinisial Gong Jinzhong.
"Diduga TKP sebagai tempat workshop kegiatan pemurnian dan pengolahan emas ilegal jaringan penyelundupan ke China oleh warga negara asing Cina dengan cara ditempelkan di sekujur tubuh atau body strapping," ujarnya.
Bareskrim Polri akan mengembangkan penyidikan untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Penyidik juga memburu terduga pelaku yang telah melarikan diri ke luar negeri, termasuk ke Hong Kong.
>>> Kakek 79 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Rumahnya di Depok
"Melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap terduga para pelaku, baik yang masih berada di Indonesia maupun yang sudah melarikan diri ke luar negeri tujuan Hongkong," ucapnya.
