Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, diwarnai insiden mencekam. Dua orang pria diamuk massa karena diduga melakukan pencopetan dan membawa senjata tajam.
Peristiwa itu terjadi setelah massa gabungan mahasiswa dan masyarakat berhasil melewati barikade dan menduduki area depan kompleks parlemen, Kamis, 27 Agustus 2026.
>>> Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet Tewaskan 353 Orang, 1.300 Lebih Hilang
Di tengah kerumunan, tiba-tiba terjadi keributan. Seorang pria berbadan ramping dengan rambut panjang terlihat diamuk massa.
Beberapa orang spontan melayangkan pukulan dan tendangan ke arah pria tersebut. Teriakan 'Copet dia, sesama terjajah lu tega nyopet' terdengar dari seorang mahasiswa.
Seorang anggota polisi berkaus hitam segera mengamankan terduga copet dari amukan massa. Pria itu babak belur dan bajunya robek.
Selain itu, massa juga digegerkan dengan temuan seorang pria lain yang diduga membawa golok. Senjata tajam itu diperkirakan panjangnya sekitar 30 cm dengan gagang silver, hanya dibungkus kardus.
Keberadaan pria tersebut diketahui oleh demonstran di dekatnya. Peringatan langsung diteriakkan agar massa menjauh dan tetap waspada.
>>> Cara Cek Status PKH dan BPNT Tahap 3 Agustus 2026, Sudah Cair?
Seorang demonstran berteriak, 'Tolong semuanya hati-hati dia bawa golok.' Massa diminta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Kronologi Singkat Insiden
Keributan bermula saat massa aksi yang telah menduduki area depan Gedung DPR RI mendapati seorang pria yang diduga melakukan pencopetan di tengah kerumunan.
Teriakan dari mahasiswa yang mengenakan almamater kuning langsung mengundang perhatian warga sekitar, sehingga pria tersebut menjadi sasaran amukan massa.
Setelah terduga copet diamankan oleh polisi, perhatian massa beralih ke seorang pria lain yang kedapatan membawa golok.
>>> Jika RUU Perampasan Aset Gagal, Pimpinan DPR Siap Mundur Bersama
Senjata tajam tersebut hanya dibungkus kardus, dan keberadaannya langsung memicu kewaspadaan demonstran. Mereka pun saling mengingatkan untuk menjauh dan tetap waspada agar situasi tidak semakin memanas.
