Tim penyelamat pada Kamis masih mencari ratusan orang yang hilang di perbatasan Nepal-China setelah banjir bandang dahsyat melanda kawasan itu sehari sebelumnya.
Bencana ini dipicu oleh longsoran gletser yang memicu aliran air dan lumpur setinggi beberapa lantai, menyapu bersih pemukiman dan jembatan.
>>> Cara Cek Status PKH dan BPNT Tahap 3 Agustus 2026, Sudah Cair?
Polisi melaporkan sedikitnya 353 orang tewas, sementara lebih dari 1.300 orang masih hilang, termasuk puluhan warga asing dan peziarah.
Ratusan lainnya mengungsi di berbagai wilayah Himalaya.
Dampak dan Upaya Penyelamatan
Di Nepal, sedikitnya 826 orang dilaporkan hilang, sementara di Tibet, otoritas setempat mencatat tiga orang tewas dan 558 orang hilang.
Puluhan jembatan hancur dan hampir 40 kilometer jalan rusak, mempersulit upaya pencarian.
Angkatan Darat Nepal telah mengevakuasi lebih dari 100 orang melalui operasi helikopter, termasuk mereka yang terjebak di fasilitas proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli.
Sejumlah korban luka telah diterbangkan ke Kathmandu untuk perawatan medis lanjutan.
Di Tibet, longsoran lumpur di dekat Pelabuhan Gyirong meninggalkan endapan lumpur setebal lebih dari 1,5 meter, dan semua jalan menuju perlintasan rusak.
Perdana Menteri China, Li Qiang, tiba di Gyirong untuk memimpin upaya penyelamatan, dengan dukungan 500 personel militer dan paramiliter.
Otoritas China juga memperingatkan bahwa danau penghalang yang terbentuk di pertemuan Sungai Tsogyal dan Purupqiangzangbu meluap dan berpotensi jebol.
Korban dan Hilang Termasuk Banyak Warga Asing
Banyak keluarga masih menunggu kabar tentang orang yang mereka cintai.
Shova Shrestha, 33 tahun, telah menunggu lebih dari sehari untuk kabar suaminya, Rajan Shrestha, yang teleponnya sempat tersambung tetapi kemudian tidak dapat dihubungi.