Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Agustus-September. Namun, sejumlah daerah masih diguyur hujan.
Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini masuk lebih awal, mulai April-Mei-Juni. Puncaknya berlangsung pada Agustus dan September.
>>> KLJ dan KAJ Agustus 2026: 4 Faktor yang Bikin Pencairan Tertunda
Musim kemarau 2026 diperkirakan lebih kering dan lebih lama dari sebelumnya. BMKG memperkirakan musim hujan mulai masuk bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Meski puncak kemarau masih berlangsung, hujan tetap turun di beberapa wilayah. Apa penyebabnya?
Dinamika Atmosfer Lokal
Menurut laman resmi BMKG, hujan saat musim kemarau disebabkan oleh dinamika atmosfer lokal. Fenomena ini membuat potensi hujan tetap ada meski sedang kemarau.
Faktor-faktor seperti suhu permukaan laut, angin, dan kelembapan dapat memicu pembentukan awan hujan. Hal ini terjadi secara lokal di beberapa daerah.
>>> Profil Anik Sriningsih, Emak-Emak Pati yang Desak DPR Hukum Mati Koruptor
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan meski sedang musim kemarau. Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
Faktor Pemicu Hujan di Musim Kemarau
BMKG menjelaskan bahwa hujan yang turun saat musim kemarau dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti adanya gangguan atmosfer, pola angin, dan kondisi suhu muka laut yang hangat.
Faktor-faktor ini dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di suatu wilayah.
Selain itu, fenomena seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer lainnya juga dapat memicu hujan meskipun sedang berada pada puncak kemarau.
>>> Profil Agustinus Supratman, Camat yang Viral Usai Marahi Petugas BNPB
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi cuaca dari BMKG.
