Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan inspeksi mendadak ke penerima bantuan Program Bedah Rumah di Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan ini bertujuan memvalidasi data agar bantuan perbaikan hunian tepat sasaran.
>>> KLJ dan KAJ Agustus 2026: 4 Faktor yang Bikin Pencairan Tertunda
Maruarar meninjau rumah warga berpenghasilan rendah yang kondisinya tidak layak huni, seperti milik Udin Marudin (55), penjual burung dara, dan Maryam, asisten rumah tangga.
"Yang kita cek adalah data yang diberikan, benar atau tidak, tepat sasaran atau tidak. Kita mau kerja cepat, tata kelolanya benar, dan tepat sasaran," ujarnya di lokasi.
Rumah penerima manfaat di Cilincing umumnya mengalami kerusakan berat pada struktur utama, dinding kayu lapuk, atap asbes bocor, hingga tidak memiliki penyangga bangunan aman.
Perbaikan dijadwalkan mulai 8 September 2026 dan ditargetkan rampung 8 November 2026 dengan dukungan pemerintah dan swadaya warga.
Data Pemkot Jakarta Utara mencatat sekitar 174 ribu unit rumah tidak layak huni di wilayah tersebut.
>>> Profil Anik Sriningsih, Emak-Emak Pati yang Desak DPR Hukum Mati Koruptor
Cilincing dan Penjaringan menjadi prioritas utama penanganan.
Kementerian PKP menaikkan alokasi Program Bedah Rumah untuk Jakarta pada 2026 menjadi 10.300 unit, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang kurang dari 200 unit.
Dari jumlah itu, 2.000 unit dialokasikan untuk Jakarta Utara.
Maruarar juga menginstruksikan pelaksanaan fisik proyek memberdayakan ekonomi sekitar.
"Usahakan pekerjanya dari warga sekitar, toko materialnya juga yang sekitar. Supaya program ini juga bisa menggerakkan perekonomian di daerah ini," tuturnya.
>>> Profil Agustinus Supratman, Camat yang Viral Usai Marahi Petugas BNPB
Dengan penambahan kuota dan pengawasan ketat, Kementerian PKP berkomitmen mempercepat penanganan permukiman kumuh secara transparan dan meningkatkan kualitas hidup warga.
