- 0,5 gram: Rp1.385.000 (Rp1.388.463 setelah pajak)
- 1 gram: Rp2.670.000 (Rp2.676.675 setelah pajak)
- 2 gram: Rp5.280.000 (Rp5.293.200 setelah pajak)
- 3 gram: Rp7.895.000 (Rp7.914.738 setelah pajak)
- 5 gram: Rp13.125.000 (Rp13.157.813 setelah pajak)
- 10 gram: Rp26.195.000 (Rp26.260.488 setelah pajak)
- 25 gram: Rp65.362.000 (Rp65.525.405 setelah pajak)
- 50 gram: Rp130.645.000 (Rp130.971.613 setelah pajak)
- 100 gram: Rp261.212.000 (Rp261.865.030 setelah pajak)
- 250 gram: Rp652.765.000 (Rp654.396.913 setelah pajak)
- 500 gram: Rp1.305.320.000 (Rp1.308.583.300 setelah pajak)
- 1.000 gram (1 Kg): Rp2.610.600.000 (Rp2.617.126.500 setelah pajak)
Rincian Penurunan Harga di Berbagai Pecahan
Koreksi harga sebesar Rp48.000 per gram ini berimbas secara proporsional pada seluruh ukuran emas. Bagi Anda yang mengincar ukuran tertentu, berikut adalah perbandingan penurunan harga hari ini dibandingkan hari Jumat kemarin:
- Pecahan Kecil: Emas 0,5 gram turun Rp24.000 (dari Rp1.409.000 menjadi Rp1.385.000). Emas 2 gram turun Rp96.000, dan 3 gram turun Rp144.000.
- Pecahan Menengah: Emas 5 gram turun Rp240.000, sementara pecahan favorit 10 gram turun Rp480.000 (dari Rp26.675.000 menjadi Rp26.195.000).
- Pecahan Besar: Untuk ukuran 25 gram, harga turun Rp1.200.000. Pecahan 50 gram turun Rp2.400.000, dan 100 gram turun Rp4.800.000.
- Pecahan Jumbo: Penurunan paling masif secara nominal terjadi pada emas 250 gram (turun Rp12.000.000), 500 gram (turun Rp24.000.000), hingga 1.000 gram yang anjlok sebesar Rp48.000.000 dari level Rp2.658.600.000 menjadi Rp2.610.600.000.
Strategi Investasi Emas di Tengah Koreksi Harga
Melihat penurunan harga emas Antam sebesar Rp48.000 per gram, wajar jika muncul pertanyaan di benak para investor: Apakah ini saatnya membeli, atau justru tanda akan ada penurunan lebih lanjut?
Pengamat keuangan dan perencana finansial menyarankan agar masyarakat tidak terburu-buru mengambil keputusan emosional hanya berdasarkan pergerakan harga dalam satu hari. Berikut adalah beberapa tips cerdas menyikapi kondisi pasar saat ini:
1. Terapkan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA) Bagi calon investor atau mereka yang ingin menambah aset, penurunan harga bisa menjadi momentum "serok bawah". Namun, jangan langsung menghabiskan dana tunai (all-in). Terapkan metode nabung emas rutin atau bertahap (DCA). Dengan membeli secara mencicil setiap bulan atau setiap ada dip (penurunan), Anda akan mendapatkan harga rata-rata yang lebih aman dan terhindar dari risiko membeli di pucuk harga.
2. Selalu Pantau Harga Buyback Investasi emas tidak hanya soal harga beli, tetapi juga harga jual kembali (buyback). Sebelum membeli, pastikan Anda mengecek selisih antara harga beli dan harga buyback yang diterbitkan oleh Logam Mulia. Semakin kecil selisihnya, semakin cepat Anda mencapai titik impas (Break Even Point).
3. Sesuaikan dengan Tujuan dan Jangka Waktu Emas adalah instrumen investasi jangka menengah hingga panjang (di atas 3-5 tahun). Jika tujuan Anda adalah dana darurat atau dana pendidikan anak 10 tahun lagi, fluktuasi harga harian seperti hari ini sebaiknya tidak membuat Anda panik. Fokuslah pada daya beli emas terhadap inflasi dalam jangka panjang.
4. Jaga Likuiditas Keuangan Pastikan dana yang digunakan untuk membeli emas adalah "uang dingin" atau uang menganggur yang tidak akan digunakan untuk kebutuhan operasional sehari-hari dalam waktu dekat.