unique visitors counter
⌂ Beranda News Kabar Duka dari Oslo: Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Mengenang Akhir Era 'Raja untuk Rakyat'
News

Kabar Duka dari Oslo: Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Mengenang Akhir Era 'Raja untuk Rakyat'

Kabar Duka dari Oslo: Raja Norwegia Harald V Wafat di Usia 89 Tahun, Mengenang Akhir Era 'Raja untuk Rakyat'
Harlan • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Karena sifatnya yang bersahaja, rendah hati, dan selalu hadir di saat rakyatnya membutuhkan, para pengamat kerajaan dan warga Norwegia menganugerahinya julukan "Folkekongen" atau "Raja untuk Rakyat". Gelar ini sebelumnya juga disandang oleh mendiang ayahnya, Raja Olav V.

Momen yang paling mengukuhkan julukan tersebut terjadi pada tahun 2011, ketika Norwegia diguncang tragedi serangan bom di Oslo dan penembakan massal di pulau Utøya yang menewaskan 77 orang. Dalam pidato yang sangat emosional dan melegenda, Raja Harald menyerukan agar rakyatnya tidak membiarkan rasa takut menguasai diri, dan saling bergandengan tangan dalam perbedaan.

>>> Momen Hangat Blusukan Malam Hari: Presiden Prabowo Sapa Warga Relokasi Senen di Hunian Baru

Bayang-Bayang Skandal di Masa Senja

Meski warisan sang raja sangat gemilang, tahun-tahun terakhir masa hidupnya harus diwarnai oleh tantangan berat di dalam lingkaran keluarga besarnya. Di balik sorotan cinta dari rakyatnya, istana harus menghadapi serangkaian skandal dan masalah hukum yang menguji ketahanan mental keluarga kerajaan.

Publik sempat dikejutkan oleh terungkapnya nama Putri Mahkota Mette-Marit dalam dokumen pengadilan terkait kasus kejahatan seksual yang melibatkan miliarder Amerika Serikat, Jeffrey Epstein. Tak hanya itu, istana juga harus menelan pil pahit ketika Marius Borg Høiby, putra tertua Mette-Marit dari hubungan sebelumnya, terseret dalam kasus hukum berat berupa tuduhan pemerkosaan.

Meski berbagai badai kontroversi menerpa menantu dan cucu tirinya, Raja Harald V tetap mempertahankan posisinya sebagai jangkar moral dan pemersatu bangsa hingga hari-hari terakhirnya.

Estafet Kepemimpinan untuk Putra Mahkota Haakon

Dengan wafatnya Raja Harald V, estafet takhta Kerajaan Norwegia kini resmi beralih kepada putranya, Putra Mahkota Haakon. Haakon, yang telah dipersiapkan selama puluhan tahun, kini menghadapi tugas berat untuk tidak hanya memimpin negara, tetapi juga mengisi sepatu besar ayahnya yang sangat dicintai, sembari memulihkan citra keluarga dari bayang-bayang skandal belakangan ini.

Upacara pemakaman kenegaraan dan detail suksesi takhta akan diumumkan oleh Istana Kerajaan Norwegia dalam waktu dekat. Bagi warga Norwegia, Jumat, 28 Agustus 2026, akan selalu dikenang sebagai hari di mana "Sang Raja untuk Rakyat" pulang untuk selamanya.


📰 Update Terbaru