Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya siap kembali ke kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat jika Washington melakukan hal yang sama.
Pernyataan ini disampaikan di sela-sela KTT Shanghai Cooperation Organization di Kirgistan, Selasa (31/8).
>>> Rumor Thisia Halijam Pacaran dengan Anak Gubernur Kalteng, Ini Faktanya
Menurut laporan media pemerintah Iran, Pezeshkian menegaskan bahwa jika AS kembali pada komitmennya dalam nota kesepahaman, Iran akan segera merespons positif.
Nota kesepahaman Juni lalu menyerukan gencatan senjata segera dan memulai periode 60 hari untuk negosiasi menuju kesepakatan damai yang lebih luas.
Dalam kesepakatan itu, Iran setuju membersihkan Selat Hormuz dari ranjau dan mengizinkan kapal melintas selama periode tersebut.
Sementara AS setuju mengakhiri blokade laut, mencabut sanksi, memberikan keringanan untuk ekspor minyak Iran, dan mulai menyusun paket rekonstruksi untuk Iran.
Namun, kesepakatan itu cepat gagal. Meski ada jeda dalam pertempuran, kedua belah pihak saling tembak pada akhir pekan lalu.
Pezeshkian memang lama mendukung negosiasi untuk mengakhiri perang, tetapi kekuatan paling berpengaruh di Iran, Korps Garda Revolusi, mendesak konsesi lebih besar dari AS, termasuk kendali Iran atas Selat Hormuz dan kompensasi finansial atas perang.
Kondisi tersebut kemungkinan tidak akan diterima Washington. Para pemimpin China, Rusia, dan India menghadiri KTT di Kirgistan yang digambarkan sebagai penyeimbang pengaruh global AS.
Menteri luar negeri Iran telah bertemu dengan mitranya dari China, dan Pezeshkian dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa.
Dua Kapal Diserang di dan Sekitar Selat Hormuz
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan adanya serangan terhadap sebuah kapal di Selat Hormuz dan insiden lain melibatkan kapal tanker di perairan dekatnya.