unique visitors counter
⌂ Beranda News Pezeshkian: Iran Akan Segera Respons Jika AS Patuhi Kesepakatan Juni
News

Pezeshkian: Iran Akan Segera Respons Jika AS Patuhi Kesepakatan Juni

Pezeshkian: Iran Akan Segera Respons Jika AS Patuhi Kesepakatan Juni
Pezeshkian: Iran Akan Segera Respons Jika AS Patuhi Kesepakatan Juni
A A Ukuran Teks16px

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran akan 'segera' mengambil tindakan timbal balik jika Amerika Serikat kembali mematuhi kesepakatan Juni.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian pada Selasa (1/9) di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan.

>>> Pencairan KJP Plus September 2026 Dimulai 4 September, Cek Alurnya

"Saya tegaskan secara eksplisit bahwa jika Amerika Serikat kembali pada komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Republik Islam Iran akan segera mengambil tindakan timbal balik," ujar Pezeshkian, seperti dikutip situs kepresidenan Iran.

Nota kesepahaman itu bertujuan mengakhiri permusuhan berbulan-bulan antara Teheran dan Washington, yang dimulai pada akhir Februari dengan serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Kesepakatan tersebut kemudian gagal, dengan kedua pihak saling menuduh melanggar ketentuannya.

Dalam pidato berikutnya di KTT, Pezeshkian menyoroti pelanggaran berulang oleh AS terhadap komitmennya dalam Nota Kesepahaman Islamabad.

"Pelanggaran berulang oleh Amerika Serikat terhadap komitmennya dalam Nota Kesepahaman Islamabad menunjukkan bahwa tidak adanya jaminan penegakan yang efektif dan kembalinya kebijakan tekanan serta ancaman dapat menggagalkan jalur diplomasi," kata Pezeshkian.

>>> Lonjakan Harga Pangan: Cabai Rawit Rp81 Ribu, Beras Naik 56%

Ia menambahkan bahwa Iran terus menganggap diplomasi dan negosiasi sebagai jalur utama untuk menyelesaikan perselisihan.

"Tetapi diplomasi tanpa itikad baik, tanpa menghormati komitmen, dan tanpa menahan diri dari penggunaan kekerasan tidak dapat menciptakan perdamaian yang langgeng," tegasnya.

Pernyataan ini muncul saat Selat Hormuz tetap menjadi titik perselisihan utama antara Iran dan AS, yang kembali baku tembak pada Senin setelah lebih dari sebulan relatif tenang.

Teheran mempertahankan penutupan jalur air strategis itu, sambil bersikeras hanya akan membukanya jika Washington memenuhi tuntutannya: mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan Iran, menghapus sanksi minyak, dan membekukan aset Iran di luar negeri berdasarkan kesepakatan.

Pada Senin, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan AS harus kembali pada komitmennya dan apa yang ditandatangani presidennya dalam kesepakatan itu.

>>> Perumahan Mangkrak di Depok: Pemkot Panggil Pengembang, Warga Diminta Cek PBG

"Dalam hal ini, semuanya dapat kembali ke jalur yang benar," ujarnya.

📰 Update Terbaru