Bumi yang kita huni ternyata memiliki struktur berlapis yang kompleks. Lapisan-lapisan ini terbentang dari permukaan hingga ke pusat planet.
Menurut NASA dan USGS, Bumi terdiri dari empat lapisan utama: kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam. Masing-masing memiliki karakteristik fisik yang berbeda.
>>> Dyson Rilis Sikat Gigi Elektrik Rp8 Juta dengan Kamera dan Fitur Water Flossing Otomatis
Struktur internal Bumi ini tidak hanya menjadi objek kajian geologi, tetapi juga berperan dalam fenomena alam seperti gempa bumi dan medan magnet.
Empat Lapisan Utama Bumi
Secara sederhana, struktur Bumi dapat dibagi menjadi empat lapisan utama. Berikut adalah urutannya dari luar ke dalam.
Lapisan pertama adalah kerak Bumi, yang merupakan lapisan terluar dan paling tipis. Lapisan kedua adalah mantel, yang merupakan lapisan paling tebal.
Selanjutnya, ada inti luar yang berupa fluida besi dan nikel. Terakhir, inti dalam yang merupakan bola padat dengan suhu sangat tinggi.
Setiap lapisan memiliki ketebalan, suhu, dan komposisi yang berbeda. Perbedaan ini memengaruhi berbagai proses geologi di Bumi.
Berikut penjelasan lebih rinci mengenai masing-masing lapisan.
Kerak Bumi: Lapisan Terluar yang Tipis
Kerak Bumi adalah tempat manusia hidup dan berbagai ekosistem berkembang. Lapisan ini juga menjadi lokasi daratan dan dasar samudra.
Menurut USGS, ketebalan kerak bervariasi. Di bawah samudra, ketebalannya hanya sekitar 5 kilometer, sedangkan di bawah benua rata-rata 30 kilometer.
>>> Bocoran Terbaru Ungkap Pilihan Warna iPhone 18 Pro dan Pro Max
Di bawah pegunungan besar, ketebalan kerak bisa mencapai sekitar 100 kilometer. Kerak bersifat relatif dingin, padat, dan rapuh.
Sifat rapuh ini menyebabkan kerak mudah patah dan menjadi lokasi aktivitas tektonik. Kerak juga dibedakan menjadi kerak benua dan kerak samudra.