Bagi jurnalis, pesan forum melampaui agama. Uzbekistan ingin memposisikan warisan sejarahnya sebagai sumber daya untuk pendidikan, pariwisata, diplomasi budaya, dan produksi media internasional.
Relevansi dengan Korea
Forum ini juga menjadi kesempatan bagi profesional media Asia untuk membandingkan pendekatan menjangkau audiens global.
Media Korea hadir dalam pertemuan ini, menambah dimensi hubungan yang semakin luas antara Korea dan Uzbekistan.
Kedua negara memiliki hubungan ekonomi dan pendidikan yang erat, dengan perusahaan, universitas, dan institusi budaya Korea semakin terlihat di Uzbekistan.
Hubungan media adalah bagian yang jarang dibahas namun berpotensi penting.
Pengalaman Korea dalam mengubah konten budaya lokal menjadi hiburan global, seperti drama televisi, film, musik, dan platform digital, menjadi referensi bagi Uzbekistan.
Negara ini berupaya membuat narasi sejarah dan budayanya lebih mudah diakses secara internasional.
Penekanan forum pada penceritaan digital, produksi dokumenter, dan teknologi baru melampaui diskusi tentang Uzbekistan.
Ini juga percakapan tentang bagaimana negara dengan identitas budaya khas dapat berkomunikasi di lingkungan media global yang didominasi platform digital.
Kunjungan ke Samarkand menjadi bentuk jurnalisme paling efektif. Daripada menyajikan sejarah melalui pidato dan brosur, panitia membawa jurnalis langsung ke monumen bersejarah.
>>> Listrik Padam di Bogor, Semarang, Makassar Hari Ini 2 September 2026, Ini Jadwalnya
Lapangan umum kota, Masjid Bibi-Khanum, Gur-e-Amir, dan Observatorium Ulugh Beg menjadi catatan fisik pencapaian ilmiah, artistik, dan politik Asia Tengah abad pertengahan.
Bagi jurnalis, skala cerita lebih mudah dipahami saat berdiri di bawah arsitektur monumental.
Prinsip yang sama terlihat di kompleks Imam Bukhari.
Situs ini menggabungkan arsitektur religius dengan fasilitas penelitian dan pendidikan, mencerminkan upaya pemerintah menjadikan Uzbekistan pusat studi keilmuan Islam sekaligus tujuan wisata.