Artinya, hingga saat kepergiannya, dr Yuda baru menjalani perkuliahan selama kurang lebih satu setengah bulan. Pihak Undip menegaskan bahwa almarhumah masih berada dalam tahap orientasi pendidikan.
Pada fase ini, dr Yuda masih mengikuti Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) yang diselenggarakan di ruang kelas. Ia belum menjalani praktik klinis maupun rotasi di rumah sakit, sehingga interaksinya dengan lingkungan klinis masih sangat terbatas.
Informasi ini menjadi penting untuk meluruskan spekulasi yang beredar liar di media sosial, terutama yang mengaitkan kematian dr Yuda dengan tekanan dari lingkungan praktik kedokteran spesialis.
Isu Bullying Mencuat di Media Sosial, Netizen Soroti Relasi Senior-Junior
Di tengah duka yang masih menyelimuti, isu dugaan bullying di lingkungan pendidikan dokter spesialis mulai menyeruak ke permukaan. Sejumlah unggahan di media sosial menyinggung relasi antara senior dan junior yang dinilai timpang dalam budaya pendidikan kedokteran di Indonesia.
Topik ini dengan cepat menjadi viral dan memantik perdebatan sengit di berbagai platform digital. Banyak warganet yang menyuarakan keprihatinan terhadap budaya hierarki kaku yang masih dianggap mengakar di sejumlah institusi pendidikan kedokteran.
Salah satu unggahan yang menarik perhatian menyoroti pentingnya hubungan setara antara junior, senior, konsulen, hingga doktor dan profesor dalam dunia medis.
"Junior, senior, konsulen, termasuk doktor dan profesor setara. Punya tupoksi masing-masing. Saling bahu membahu demi keselamatan pasien," tulis salah satu akun yang viral tersebut.
Unggahan ini seolah menjadi pengingat bahwa setiap individu dalam ekosistem pendidikan kedokteran memiliki peran yang sama pentingnya, dan tidak seharusnya ada ruang untuk praktik perundungan dalam bentuk apa pun.
Undip Tidak Tinggal Diam, Lakukan Klarifikasi Internal
Menanggapi gelombang isu yang berkembang, Universitas Diponegoro menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap dugaan bullying yang mengemuka. Meskipun penyebab kematian dr Yuda secara medis telah dinyatakan akibat demam berdarah, Undip tetap menanggapi serius setiap informasi yang beredar.