unique visitors counter
⌂ Beranda News Mahasiswa PPDS Jiwa Undip Meninggal Dunia, Kampus Buka Suara soal Penyebab Kematian dan Isu Bullying yang Viral
News

Mahasiswa PPDS Jiwa Undip Meninggal Dunia, Kampus Buka Suara soal Penyebab Kematian dan Isu Bullying yang Viral

Mahasiswa PPDS Jiwa Undip Meninggal Dunia, Kampus Buka Suara soal Penyebab Kematian dan Isu Bullying yang Viral
mayat • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Nurul Hasfi menjelaskan bahwa universitas saat ini tengah melakukan klarifikasi internal secara menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat.

"Undip saat ini tetap terus mengawal isu ini dengan melakukan klarifikasi internal untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang serta memperoleh gambaran yang lengkap dan objektif mengenai dugaan tersebut," tegas Nurul.

Langkah ini dinilai penting agar tidak terjadi simpang siur informasi yang berpotensi merugikan berbagai pihak, baik keluarga almarhumah, institusi pendidikan, maupun masyarakat luas yang membutuhkan kejelasan.


Koordinasi dengan RSUP Dr Kariadi Terus Dijalankan

Sebagai bagian dari proses klarifikasi, Undip juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan RSUP Dr Kariadi selaku rumah sakit yang menangani perawatan dr Yuda selama 15 hari terakhir.

Koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat terkait kondisi medis almarhumah selama masa perawatan, sekaligus memastikan bahwa seluruh prosedur penanganan telah berjalan sesuai standar medis yang berlaku.

Kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh dan transparan kepada publik mengenai kronologi peristiwa yang sebenarnya terjadi.


Komitmen Undip: Lingkungan Pendidikan yang Aman dan Bebas Perundungan

Di penghujung klarifikasinya, Undip menyampaikan komitmen tegas untuk menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan atau bullying.

"UNDIP termasuk FK sendiri terus berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan," pungkas Nurul.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Undip tidak akan mentoleransi praktik bullying dalam bentuk apa pun di lingkungan kampusnya, termasuk di Fakultas Kedokteran yang dikenal memiliki tekanan akademik dan klinis yang tinggi.

📰 Update Terbaru