Deklarasi yang ditandatangani China dan sembilan anggota SCO lainnya menyerukan reformasi lembaga keuangan global.
Tujuannya memberi negara berkembang representasi dan pengaruh lebih besar di Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.
Deklarasi itu juga menyerukan pemanfaatan potensi transit blok yang lebih besar, rantai pasokan energi yang lebih tangguh, dan kerja sama lebih dalam di bidang pertanian dan ketahanan pangan.
Su dari EIU mengatakan sumber daya energi dan mineral Asia Tengah, bersama akses Mesir ke pasar Afrika dan Timur Tengah, menjadi bagian dari strategi China yang lebih luas untuk melokalisasi produksi dan mengurangi paparan gangguan geopolitik.
Namun, pertumbuhan perdagangan melalui negara ketiga dapat menarik pengawasan lebih besar dari AS dan Uni Eropa terkait penghindaran sanksi dan transshipment, ia memperingatkan.
Ada juga logika politik di balik pendekatan Beijing, menurut Alfredo Montufar-Helu, direktur pelaksana Ankura Consulting yang berbasis di China.
Pemikiran itu, katanya, mencakup mencari mitra untuk mendukung institusi dan inisiatif yang dibangun China untuk bersaing dengan tatanan yang dipimpin Barat.
Termasuk Inisiatif Sabuk dan Jalan Beijing dan, baru-baru ini, inisiatif tata kelola global, keamanan, peradaban, dan pembangunan.
"Tawarannya transaksional: pembiayaan dan investasi tanpa kondisi yang melekat pada pemberi pinjaman Barat," kata Montufar-Helu.
"Pada saat AS menarik diri dari institusi multilateral dan secara aktif mengganggu aturan perdagangan global, tidak mengherankan tawaran itu beresonansi di Selatan Global."
Kedua hubungan tersebut sudah didukung oleh perdagangan yang berkembang pesat.
Perdagangan barang China-Mesir naik 19,7 persen menjadi 20,8 miliar dolar AS pada 2025, menurut data bea cukai China.
Lonjakan itu sebagian besar didorong oleh ekspor mesin dan barang manufaktur China, di samping investasi di infrastruktur dan kawasan industri Mesir.
Demikian pula, perdagangan China-Kirgistan meningkat 19,8 persen menjadi 27,2 miliar dolar AS, didominasi ekspor barang konsumen dan industri China.
Sementara mineral, energi, dan infrastruktur transportasi tetap menjadi pusat hubungan ekonomi yang lebih luas antara kedua negara.