Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lambangsari periode 2026-2034 kembali diwarnai oleh gejolak yang tak terduga. Belakangan ini, ruang publik dan media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video singkat yang menampilkan Kepala Desa petahana, Pipit Haryanti, bersama seorang pria di dalam ruangan lift.
Video yang tersebar tanpa konteks jelas tersebut langsung memancing beragam spekulasi dan opini liar di tengah masyarakat. Menanggapi santernya kabar yang berpotensi merusak reputasi dan integritas tersebut, sang suami, Arif, tampil memberikan klarifikasi tegas dan emosional dalam sebuah konferensi pers di kediaman mereka, Kamis (03/09/2026).
Klarifikasi Tegas di Tengah Pusaran Isu
Dengan didampingi langsung oleh Pipit Haryanti, Arif menegaskan bahwa video yang kini menjadi perbincangan hangat tersebut bukanlah rekaman baru. Ia menyayangkan sikap pihak-pihak yang dengan sengaja menghidupkan kembali konten lama untuk tujuan yang tidak jelas, terlebih di saat yang sangat krusial ketika istrinya tengah mempersiapkan diri untuk kembali mencalonkan diri sebagai pemimpin desa.
“Video itu adalah video lama. Sangat tidak adil dan mengganggu ketika hal ini dimunculkan kembali seolah-olah ini adalah peristiwa terkini,” ujar Arif dengan nada tegas, sambil menggenggam tangan istrinya sebagai bentuk dukungan moral.
Arif menekankan bahwa setiap langkah dan kegiatan yang dilakukan oleh Pipit Haryanti, baik dalam kapasitasnya sebagai kepala desa maupun sebagai pribadi, selalu dalam pengetahuannya. Keduanya memiliki komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang solid, sehingga narasi negatif yang dibangun dari video tersebut sama sekali tidak memiliki dasar kebenaran.
Kronologi di Balik Rekaman: Misi Kemanusiaan, Bukan Hal Negatif
Untuk meluruskan kesalahpahaman yang berpotensi menjadi fitnah, Arif mengungkapkan kronologi sebenarnya dari momen yang terekam dalam video tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada saat video itu diambil, Pipit Haryanti tengah menjalankan misi kemanusiaan, yakni membantu mengurus seorang teman dekat yang sedang menghadapi persoalan hukum yang pelik.