Kasus ini akhirnya mencuat ke permukaan dan menarik perhatian Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau yang akrab disapa Cak Ji. Dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tegas dan merakyat, Cak Ji langsung memanggil pihak dealer untuk dimediasi.
Dalam video yang viral tersebut, Cak Ji tampak geram melihat perlakuan terhadap konsumen yang sudah memenuhi kewajiban namun haknya ditelantarkan.
"Jadi Bu Nancy ini beli mobil sejak Januari, berarti kan sudah hampir delapan bulan lebih. Mereka beli bukan kredit, tapi cash. Beliau sudah memenuhi persyaratan yang diminta PT sini. Nah, tinggal PT sini realisasinya kapan? Itu saja," tegas Cak Ji di hadapan perwakilan dealer.
Cak Ji menepis alasan pihak dealer yang sering melempar kesalahan kepada oknum sales (wiraniaga). Baginya, integritas perusahaan harusnya menjadi jaminan bagi konsumen.
"Kalau dalam minggu besok mobilnya nggak datang, lebih baik Ibu batalkan saja sudah. Soal mereka ada proses hukum dengan mantan sales-nya itu urusan mereka. Intinya uang itu masuk di kantor sini, bukan ke kantong sales. Tolong ya Pak, selesaikan ya," ultimatum Cak Ji kepada petinggi dealer yang hadir dalam mediasi.
Wuling Akui Ada Pelanggaran SOP
Menanggapi viralnya kasus ini dan tekanan publik, PT Wuling Motors Indonesia akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi pada Jumat (4/9/2026). Perusahaan mengakui adanya kejanggalan dalam transaksi yang terjadi di jaringan dealer Surabaya tersebut.
Dalam rilis resminya, Wuling menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami oleh konsumen.
"Berdasarkan hasil penelusuran internal, kami menemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum wiraniaga dalam proses transaksi tersebut," tulis pernyataan resmi Wuling.