Kabut duka menyelimuti dunia kesenian tradisional Jawa Timur, khususnya paguyuban Ludruk Karya Budaya asal Mojokerto. Salah satu pilar utama dan pelawak legendaris yang namanya telah melegenda, Cak Selamet, dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 1 September 2026.
Kepergian sosok yang karismatik ini meninggalkan lubang besar di hati para pecinta seni ludruk, yang selama puluhan tahun telah dimanjakan oleh kepiawaiannya dalam meracik tawa dan kritik sosial di atas panggung. Hingga berita ini diturunkan, kabar duka tersebut terus memicu gelombang nostalgia dan doa dari berbagai lapisan masyarakat yang merasa tumbuh besar bersama karya-karyanya.
Konfirmasi Kepergian dan Ucapan Belasungkawa
Informasi mengenai wafatnya Cak Selamet pertama kali menyebar luas melalui media sosial. Dikutip dari akun Instagram @updatemojokerto, kabar kepergian sang pelawak juga dikonfirmasi secara resmi melalui akun Facebook milik Ludruk Karya Budaya Mojokerto.
Dalam unggahan yang penuh haru tersebut, pihak kelompok ludruk menuliskan pesan perpisahan yang mendalam menggunakan bahasa Jawa yang sarat akan makna: "Sugeng tindak, Cak Slamet. Maturnuwun atas tiap-tiap kebaikan panjenengan dan pengabdian panjenengan, khususnya di Ludruk Karya Budaya Mojokerto dan di dunia ludruk pada umumnya."
Pesan singkat tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan representasi dari rasa hormat yang mendalam dari seluruh anggota kelompok terhadap dedikasi Cak Selamet yang tak pernah luntur sejak awal kariernya hingga detik-detik terakhirnya.
Jejak Emas di Era Keemasan Ludruk Karya Budaya
Bagi masyarakat Mojokerto dan sekitarnya, nama Cak Selamet bukanlah nama yang asing. Lelaki yang berasal dari Desa Japanan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini, merupakan salah satu motor penggerak yang membawa Ludruk Karya Budaya mencapai puncak popularitasnya.
Semasa berkiprah, Cak Selamet dikenal memiliki gaya pelawakan yang khas: cerdas, mengena, namun tetap rendah hati. Ia mampu menyelaraskan humor segar dengan nilai-nilai kearifan lokal, membuat pertunjukan ludruk tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang menghibur sekaligus mendidik.
Batu Empedu Sapi Mendadak Diburu Saat Idul Adha 2026, Dari Isi Perut Jadi Komoditas Puluhan Juta
Ketegangan Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Dekati US$ 108
MSCI Pertahankan Pembekuan Pasar RI, BREN dan DSSA Terancam Keluar dari Indeks
Cara Urus NIB UMKM Untuk Pendaftaran Pangkalan Elpiji 3kg, Kebijakan Baru Penjualan LPG 3 Kilogram
UPDATE Lowongan Kerja Terbaru Jawa Timur Januari 2025, Siapkan CV dan Persyaratan
Daftar Nama Korban Kecelakaan Bus Rombongan Sekolah dari Bali di Kota Batu: Salah Satunya Ada Balita
