unique visitors counter
⌂ Beranda News Kabar Duka Dunia Ludruk: Cak Selamet, Pelawak Legendaris Karya Budaya Mojokerto, Tutup Usia. Ini Jejak Tawa dan Nostalgia yang Abadi
News

Kabar Duka Dunia Ludruk: Cak Selamet, Pelawak Legendaris Karya Budaya Mojokerto, Tutup Usia. Ini Jejak Tawa dan Nostalgia yang Abadi

Kabar Duka Dunia Ludruk: Cak Selamet, Pelawak Legendaris Karya Budaya Mojokerto, Tutup Usia. Ini Jejak Tawa dan Nostalgia yang Abadi
Cak slamet • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Sejarah mencatat bahwa Cak Selamet pernah membentuk chemistry yang luar biasa di atas panggung bersama dua almarhum pelawak senior lainnya, yakni Cak Supali (Bambang Supali) dan Cak Trubus (Suhanto Trubus). Trio legendaris ini pernah menjadi jaminan kualitas sebuah pertunjukan. Kehadiran mereka di atas panggung selalu disambut dengan gelak tawa yang menggema, menciptakan era keemasan yang kini hanya tinggal menjadi kenangan indah yang diwariskan kepada generasi penerus.

Banjir Air Mata dan Nostalgia Warganet

Berita duka ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial, memicu banjir komentar dari warganet yang turut berduka cita. Banyak dari mereka yang mengenang bagaimana sosok Cak Selamet dan Ludruk Karya Budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil dan dinamika keluarga mereka.

Salah satu komentar yang menyita perhatian datang dari akun Instagram @iam_zaind, yang menulis, "Innalillahi wa innailaihi rojiun, Alfatihah kangge Cak Slamet, Cak Trubus, dan Cak Supali. Terima kasih banyak sudah menemani masa kecil saya." Komentar ini mewakili perasaan ribuan penonton yang merasa kehilangan sosok "paman" yang selalu berhasil menghibur di setiap kesempatan.

Nostalgia yang lebih mendalam dan personal disampaikan oleh akun @wendy_kiswha. Ia mengaku telah menjadi penggemar setia pertunjukan Ludruk Karya Budaya sejak tahun 2003. Dalam ceritanya, ia mengungkapkan sebuah tradisi unik yang terjadi di keluarganya: menukar prestasi akademik dengan hadiah pertunjukan ludruk.

"Dulu, hampir tiap kali bapak gajian, saya selalu menunjukkan nilai mata pelajaran tertinggi atau hafalan surat pendek di TPQ untuk minta dibelikan kaset DVD Ludruk Karya Budaya," tulisnya dengan nada penuh kenangan.

Ia bahkan menambahkan bahwa koleksi kaset atau DVD miliknya hampir mencakup semua judul dan lakon yang pernah dipentaskan oleh kelompok tersebut. "Rasa-rasanya hampir semua judul atau lakon saya punya kasetnya dulu. Gak pernah gagal bikin ngakak. Rest in Poetry, Cak Slamet. Al-Fatihah," pungkasnya, menggambarkan betapa kuatnya ikatan emosional antara seniman dan penikmat seninya.

📰 Update Terbaru