Jejak Pengabdian: Dari Pengasuh Ponpes hingga Nahkoda PKB Pati
Kehilangan Gus Rijal bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga lubang besar bagi institusi yang ia pimpin. Sejak Juni 2026, ia dipercaya sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Hajroh Basyir As-Salafiyah yang berlokasi di Kajen, Kabupaten Pati. Di bawah pengasuhannya, pesantren ini terus berupaya mempertahankan tradisi keilmuan salafiyah sembari beradaptasi dengan tantangan pendidikan modern.
Tidak hanya di dunia dakwah, nama Gus Rijal juga mencuat tajam di kancah politik lokal. Ia berhasil mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pati setelah melalui proses demokrasi internal yang ketat, di mana ia berhasil mengalahkan Plt. Bupati Pati, Rasmi Ardhi Chandra.
Kemenangan tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen besarnya. Gus Rijal dikenal sebagai figur yang rendah hati, namun memiliki visi yang tegas. Ia berkomitmen penuh untuk melakukan penataan struktural baru di tubuh partai. Tujuannya jelas: memperkuat posisi dan elektabilitas PKB di legislatif Kabupaten Pati, agar suara rakyat dan nilai-nilai perjuangan NU dapat tersalurkan dengan lebih efektif dalam kebijakan publik.
Proses Pemulangan Jenazah dan Rencana Pemakaman
Pasca-kematian, prosedur administratif dan medis di RSUD Jombang diselesaikan dengan penuh khidmat. Jenazah H NM Syaifur Rizal kemudian dipulangkan dari Jombang menuju kampung halamannya di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, untuk dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir.
Rencananya, prosesi pemakaman dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026. Ribuan pelayat, mulai dari santri, kerabat, rekan sejawat di PKB, hingga masyarakat umum yang mencintai ketokohannya, diperkirakan memadati lokasi pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan almarhum.
