Peluncuran ini merupakan yang kedua bagi Isar, setelah roket pertama mereka jatuh ke laut dan meledak 18 bulan sebelumnya dari lokasi yang sama.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Ekspansi dan Persaingan
Isar menyatakan telah memiliki lima roket lagi dalam produksi dan kini fokus meningkatkan skala operasi untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
Perusahaan menargetkan sekitar 40 peluncuran per tahun dalam jangka panjang.
Isar juga sedang mengembangkan lokasi peluncuran kedua di Nova Scotia, Kanada timur, yang ditargetkan siap pada 2028.
Menteri Perindustrian dan Perdagangan Norwegia, Cecilie Myrseth, mengatakan bahwa peluncuran ini memperkuat keamanan Norwegia dan Eropa di tengah masa yang penuh gejolak.
Pemain global di pasar peluncuran satelit termasuk SpaceX milik Elon Musk yang berbasis di AS, dan ArianeGroup asal Prancis yang menggunakan landasan di Guyana Prancis.
Swedia dengan Esrange dan Inggris dengan SaxaVord Spaceport di Kepulauan Shetland menjadi pesaing terdekat Norwegia.
Isar pekan lalu mengumumkan telah mendapatkan sekitar 200 juta euro dari Badan Antariksa Eropa untuk mendanai pengembangan roket baru dan infrastruktur peluncuran.