Meghan Markle dilaporkan menghadapi kesulitan dalam merekrut staf rumah tangga baru setelah kembali menetap di Inggris. Hal ini diduga berkaitan dengan reputasi buruk yang ditinggalkannya di masa lalu.
Seorang sumber mengklaim bahwa pengalaman masa lalu Meghan menjadi bahan perbincangan di kalangan staf rumah tangga. Kabar tersebut disampaikan kepada Page Six pada Selasa (1/9).
"Saat Meghan tinggal di Inggris sebelumnya, caranya mewawancarai staf rumah tangga sangatlah kasar," ujar sumber tersebut.
"Para pelamar yang datang untuk wawancara posisi asisten rumah tangga atau pelayan pada dasarnya dilarang berbicara kepadanya."
Menurut sumber, para pelamar diminta menyerahkan resume dan berdiri diam sementara Meghan memeriksanya. Mereka tidak diizinkan berbicara atau melakukan kontak mata.
"Mereka akan menyerahkan resume, lalu diminta berdiri di sisi ruangan, tidak boleh bicara dan tidak boleh melakukan kontak mata saat Meghan duduk di sana dan meninjaunya," klaim sumber tersebut.
"Dia tidak akan mengajukan pertanyaan atau melakukan percakapan yang sesungguhnya dengan mereka.
Dia akan meluangkan waktu membaca resume itu, memandang orang tersebut dari atas ke bawah, lalu begitu saja menyuruh mereka pergi."
Perlakuan tersebut terjadi pada cukup banyak orang sehingga kabar itu menyebar di antara staf rumah tangga.
Banyak orang yang mengingat bagaimana mereka diperlakukan dan enggan bekerja untuk Meghan sekarang.
Sumber kedua mengklaim bahwa cerita mengenai Duchess of Sussex telah beredar selama bertahun-tahun di kalangan pekerja rumah tangga pribadi.
Reputasi Meghan dinilai telah meninggalkan kesan buruk.
"Banyak orang di kalangan tersebut saling berbicara, jadi cerita pun menyebar," kata sumber itu.
"Dan pastinya ada orang-orang yang tidak berminat bekerja untuknya karena apa yang telah mereka dengar."
"Asumsinya adalah sekarang setelah Meghan dan Harry kembali, Meghan mungkin akan mencari staf rumah tangga lagi, tetapi menurut saya tidak akan ada orang yang mengantre untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut," duga sumber itu.
Pangeran Harry dan Meghan Markle tiba di Bandara Birmingham, Inggris, pada Rabu (26/8) siang waktu setempat. Mereka kembali untuk menetap di Inggris "dalam waktu yang lama".
Keluarga Sussex tiba dengan jet pribadi sewaan dari California.
Menurut laporan Page Six, mereka menyewa pesawat melalui Planet 9 dengan biaya US$12 ribu per jam untuk penerbangan selama 10 jam.
Dengan begitu, Harry dan Meghan merogoh kocek setidaknya US$120 ribu atau lebih dari Rp2,1 miliar untuk pulang kampung ke Inggris.
Mereka memilih jet pribadi agar bisa membawa anjing keluarga, Pula dan Mia.