Meghan Markle dilaporkan menghadapi kesulitan dalam merekrut staf rumah tangga baru setelah kembali menetap di Inggris. Hal ini diduga berkaitan dengan reputasi buruk yang ditinggalkannya di masa lalu.
Seorang sumber mengklaim bahwa pengalaman masa lalu Meghan menjadi bahan perbincangan di kalangan staf rumah tangga. Kabar tersebut disampaikan kepada Page Six pada Selasa (1/9).
"Saat Meghan tinggal di Inggris sebelumnya, caranya mewawancarai staf rumah tangga sangatlah kasar," ujar sumber tersebut.
"Para pelamar yang datang untuk wawancara posisi asisten rumah tangga atau pelayan pada dasarnya dilarang berbicara kepadanya."
Menurut sumber, para pelamar diminta menyerahkan resume dan berdiri diam sementara Meghan memeriksanya. Mereka tidak diizinkan berbicara atau melakukan kontak mata.
"Mereka akan menyerahkan resume, lalu diminta berdiri di sisi ruangan, tidak boleh bicara dan tidak boleh melakukan kontak mata saat Meghan duduk di sana dan meninjaunya," klaim sumber tersebut.
"Dia tidak akan mengajukan pertanyaan atau melakukan percakapan yang sesungguhnya dengan mereka.
Dia akan meluangkan waktu membaca resume itu, memandang orang tersebut dari atas ke bawah, lalu begitu saja menyuruh mereka pergi."
Perlakuan tersebut terjadi pada cukup banyak orang sehingga kabar itu menyebar di antara staf rumah tangga.
Banyak orang yang mengingat bagaimana mereka diperlakukan dan enggan bekerja untuk Meghan sekarang.
Sumber kedua mengklaim bahwa cerita mengenai Duchess of Sussex telah beredar selama bertahun-tahun di kalangan pekerja rumah tangga pribadi.
Reputasi Meghan dinilai telah meninggalkan kesan buruk.