Proyek Hollywood terbaru Pangeran Harry dan Meghan Markle, Cookie Queens, harus mengakui keunggulan film berisi 70 menit video kucing dari internet yang viral dan menguasai box office akhir pekan lalu.
Cookie Queens merupakan film dokumenter yang diproduseri pasangan tersebut melalui perusahaan media mereka, Archewell Productions.
>>> Drama Pendek Korea Makin Populer, Jadi Alternatif Produksi Konvensional
Berdasarkan data Box Office Mojo, film yang dirilis pada 7 Agustus 2026 ini hanya meraup sekitar US$354 ribu dari 466 bioskop.
Capaian tersebut masih di bawah CatVideoFest 2026, kompilasi video kucing viral karya pembuat film asal Seattle, Will Braden, yang berhasil meraup sekitar US$569 ribu meski hanya diputar di 255 layar.
Seperti diberitakan The Strait Times pada Selasa (18/8), Cookie Queens rata-rata hanya menghasilkan sekitar US$760 per bioskop, sedangkan rangkaian video kucing tersebut menghasilkan sekitar US$2.230 per bioskop.
Kisah Cookie Queens dan Promosi Meghan
Cookie Queens mengikuti kisah empat anggota Girl Scouts saat mereka berkompetisi dalam dunia penjualan kukis yang penuh tantangan.
Film tersebut mengeksplorasi ambisi, kepemimpinan, dan masa remaja, serta tekanan untuk meyakinkan orang asing bahwa mereka membutuhkan satu kotak Thin Mints lagi, kukis dengan cita rasa mint dan cokelat yang menjadi salah satu andalan penggalangan dana tahunan organisasi kepemudaan tersebut.
Meghan mempromosikan film dokumenter tersebut sebelum dirilis di bioskop dan menceritakan pengalamannya sendiri saat masih menjadi anggota Girl Scouts.
Namun, popularitas besar pasangan Sussex tersebut tampaknya belum cukup untuk mengalahkan daya tarik video-video kucing yang unik dan menghibur.
Pertanyaan soal Daya Tarik Harry dan Meghan
Debut Cookie Queens yang kurang menggembirakan ini kembali memunculkan pertanyaan apakah perhatian terhadap Harry dan Meghan mampu menarik penonton untuk proyek yang tidak secara langsung mengulik kisah mereka atau keluarga kerajaan Inggris.