unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Paramount Temui Jaksa California Bahas Penyelesaian Gugatan Merger WBD
Hiburan

Paramount Temui Jaksa California Bahas Penyelesaian Gugatan Merger WBD

Paramount Temui Jaksa California Bahas Penyelesaian Gugatan Merger WBD
Paramount Temui Jaksa California Bahas Penyelesaian Gugatan Merger WBD
A A Ukuran Teks16px

Paramount Skydance dijadwalkan bertemu dengan Jaksa Agung California pada 24 Agustus 2026 waktu Amerika Serikat. Pertemuan ini bertujuan membahas peluang penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan terhadap mereka.

Langkah ini menjadi upaya terbaru Paramount untuk mewujudkan merger dengan Warner Bros. Discovery (WBD) senilai US$111 miliar.

>>> Diana Pungky Syok Saat Tahu Jadi Korban TPPU Eks Asisten, Kerugian Capai Rp20 M

Merger tersebut terhambat oleh gugatan dari California dan 11 negara bagian lainnya.

Sidang atas gugatan 12 negara bagian yang dipimpin Jaksa Agung California, Rob Bonta, sebelumnya dijadwalkan pada Maret 2027.

Jadwal itu mundur jauh dari keinginan Paramount yang menargetkan penyelesaian paling lambat September 2026.

Rob Bonta menyatakan keterbukaannya terhadap negosiasi penyelesaian. Namun, ia menilai Paramount belum menawarkan langkah-langkah perbaikan struktural yang memadai untuk menjawab kekhawatiran negara bagian.

"Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, secara umum untuk semua kasus saya, saya lebih memilih menyelesaikan sengketa di ruang rapat, bukan di ruang sidang," ujar Bonta.

"Jika pihak lawan dalam litigasi ingin bertemu dengan itikad baik untuk melakukan upaya tulus dalam menyelesaikan kasus ini, kami akan bersedia bertemu," katanya.

"Setiap potensi diskusi mengenai merger Paramount-Warner Bros. tidak akan membuahkan hasil tanpa adanya usulan langkah perbaikan struktural yang kuat untuk menjawab kekhawatiran kami," tambahnya.

>>> Sinopsis White House Down: Aksi Channing Tatum Selamatkan Presiden di Bioskop Trans TV

Bonta menegaskan bahwa merger Warner Bros.

/Paramount dalam kondisi saat ini akan berdampak pada biaya yang lebih tinggi, berkurangnya persaingan, upah yang lebih rendah, pemutusan hubungan kerja, serta lebih sedikitnya film dan acara TV.

"Merger ini melanggar undang-undang antimonopoli federal yang telah lama berlaku, dan kami berkomitmen untuk menegakkan hukum tersebut," kata Bonta.

Variety melaporkan pada Jumat (21/8) bahwa juru bicara Paramount menolak berkomentar terkait kabar pertemuan tersebut.

Berdasarkan aturan federal, kedua belah pihak wajib setidaknya mencoba menyelesaikan kasus ini di hadapan hakim magistrat pada suatu tahap proses hukum.

Dalam sidang pekan lalu, Hakim Araceli Martinez-Olguin meminta kedua pihak untuk menentukan dua calon hakim magistrat yang dapat memimpin mediasi paling lambat Rabu, 26 Agustus 2026.

>>> Band Metal Demon Hunter Tuntut Netflix atas Film KPop Demon Hunters

Belakangan ini, sejumlah pihak menyatakan dukungan terhadap penyelesaian damai, termasuk Directors Guild of America, IATSE, Wali Kota Los Angeles Karen Bass, dan Cinema United, asosiasi perdagangan yang mewakili jaringan bioskop.

📰 Update Terbaru