unique visitors counter
⌂ Beranda News Tragedi MBG di Karo: Kisah Febiola, Siswi Berprestasi yang Kini Lupa Wajah Orang Tuanya Usai Keracunan
News

Tragedi MBG di Karo: Kisah Febiola, Siswi Berprestasi yang Kini Lupa Wajah Orang Tuanya Usai Keracunan

Tragedi MBG di Karo: Kisah Febiola, Siswi Berprestasi yang Kini Lupa Wajah Orang Tuanya Usai Keracunan
Febiola • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Seharusnya, usia 16 tahun adalah masa-masa indah untuk bermimpi, menata masa depan, dan menikmati bangku sekolah. Namun, realita pahit justru harus dijalani oleh Febiola Br Purba.

Gadis belia asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara, ini kini harus berjuang dalam kegelapan ingatan. Alih-alih memegang buku pelajaran, Febiola harus menghabiskan harinya di ruang perawatan rumah sakit, berjuang melawan amnesia parah yang merenggut ingatannya.

Tragedi ini diduga kuat berawal dari insiden keracunan massal yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus Febiola bukan sekadar angka statistik kesehatan, melainkan sebuah tamparan keras bagi kelangsungan program nasional yang tengah menjadi sorotan publik.

Mimpi yang Terhenti: Dari Juara Kelas hingga Lupa Wajah Orang Tua

Sebelum insiden mengerikan ini terjadi, Febiola adalah definisi dari pelajar teladan. Di usianya yang masih sangat muda, ia dikenal sebagai siswi yang selalu meraih peringkat pertama di kelasnya.

Tak hanya cerdas secara akademik, Febiola juga memiliki jiwa kepemimpinan yang mumpuni. Ia dipercaya oleh rekan-rekannya untuk mengemban amanah sebagai Wakil Ketua OSIS di SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo.

Prestasi gemilang itu tentu bukan lahir dari ruang hampa. Febiola adalah putri dari pasangan Icuk Sugiarto Purba dan Elvinus Lusiana Sitanggang. Keduanya bekerja keras sebagai tukang kebun untuk membiayai sekolah dan kehidupan sehari-hari. Di tengah keterbatasan ekonomi, Febiola membuktikan bahwa kemauan belajar bisa mengalahkan segala rintangan.

Namun, semua harapan dan kebanggaan keluarga sederhana itu seolah runtuh dalam sekejap. Kini, dokter mendiagnosis Febiola mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen.

Pukulan paling telak bagi sang ayah dan ibu adalah ketika mereka menengok putri kesayangannya. Febiola kini tidak lagi mengenali wajah kedua orang tuanya, apalagi teman-teman atau guru-guru yang dulu begitu akrab dengannya. Tatapan kosong dari mata gadis yang dulu selalu berbinar saat menerima piala penghargaan itu, kini menjadi pemandangan yang menyayat hati bagi keluarganya.

📰 Update Terbaru