Atmosfer dunia teknologi sedang memanas. Hanya hitungan jam, tepatnya pada Kamis, 10 September 2026 dini hari WIB, Tim Cook akan kembali naik ke panggung Steve Jobs Theater untuk menggelar Apple Event tahunan. Namun, di tengah antusiasme menyambut inovasi terbaru, sebuah realitas pahit mulai menghantui para penggemar setia apel tergigit: kenaikan harga yang ekstrem.
Jaringan internet dan forum-forum teknologi global dibanjiri oleh data bocoran yang mengindikasikan bahwa lini iPhone 18 Series tidak hanya membawa pembaruan spesifikasi, tetapi juga label harga yang bikin "gelap mata". Kabar yang paling mengejutkan? Debut iPhone Ultra, ponsel lipat pertama Apple, yang dikabarkan akan menjadi smartphone non-gaming termahal di sejarah, dengan harga yang bisa menyentuh angka fantastis Rp 59 juta.
Apakah ini akhir dari era iPhone yang "terjangkau"? Ataukah Apple memiliki justifikasi teknologi di balik lonjakan harga ini? Mari kita bedah tuntas bocoran spesifikasi, harga, dan alasan di balik mahalnya iPhone 18 Series.
Harga iPhone 18 Pro & Pro Max: Kenaikan yang Tak Terelakkan?
Sebelum kita berbicara tentang angka yang membuat jantung berdebar, mari kita lihat fondasi lini flagship utama Apple. Berdasarkan laporan terbaru dari lembaga riset pasar TrendForce, Apple tampaknya harus memutar roda strategi harga mereka. Lonjakan biaya komponen global, khususnya memori dan material semikonduktor, memaksa Cupertino untuk menyesuaikan harga jual perangkat terbarunya.
Estimasi kasar menyebutkan kenaikan harga berkisar antara 10% hingga 20% dibandingkan generasi sebelumnya. Berikut adalah proyeksi harga untuk pasar Amerika Serikat (sebelum pajak):
- iPhone 18 Pro: Diprediksi mulai dari USD 1.249 – USD 1.299.
- Konversi Kasar: Rp 22.000.000 – Rp 22.800.000.
- iPhone 18 Pro Max: Varian "sultan" ini diperkirakan start di USD 1.349 – USD 1.399.
