unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Chip AI Xiaomi Xring O100 Capai 330TPS Berkat Bandwidth 1,22TB/s
IPTEK

Chip AI Xiaomi Xring O100 Capai 330TPS Berkat Bandwidth 1,22TB/s

Chip AI Xiaomi Xring O100
Chip AI Xiaomi Xring O100 Capai 330TPS Berkat Bandwidth 1,22TB/s
A A Ukuran Teks16px

Xiaomi memperkenalkan tiga chip anyar dari keluarga Xring dalam acara peluncuran produk flagship musim gugur.

Salah satunya adalah akselerator AI khusus bernama Xring O100 yang dirancang untuk menangani pemrosesan AI yang lebih kuat langsung di perangkat.

Chip ini menawarkan bandwidth memori hingga 1,22TB/s. Xiaomi mengklaimnya sebagai solusi pengemasan canggih pertama di dunia dengan teknologi 3D wafer-level stacking pada proses 6nm.

Dengan menggunakan proses hybrid bonding yang pitch-nya mendekati batas fisik, desain ini memberikan bandwidth 16 kali lipat dibandingkan ponsel tradisional.

Hasilnya, kecepatan inferensi on-device mencapai 330 token per detik.

Mengatasi Hambatan Memori

Pendekatan near-memory ini memendekkan jarak fisik antara unit komputasi dan memori.

Xiaomi menyebutnya sebagai solusi untuk mengatasi hambatan memori yang selama ini membatasi kinerja model bahasa besar di perangkat edge.

Meskipun SoC ponsel biasa memiliki daya komputasi yang mumpuni, transfer data yang lambat sering menjadi penghambat.

O100 dirancang dengan bandwidth tinggi dan koneksi padat agar model on-device dapat menghasilkan token lebih cepat.

Chip ini menggunakan pengaturan NPU multi-core yang dioptimalkan untuk berbagai tahap inferensi. Selain itu, mendukung perutean data dinamis untuk efisiensi lebih baik.

Xiaomi telah memamerkan prototipe perangkat yang menggunakan O100, termasuk perangkat bergaya tablet dan mini-PC bernama 'Xiaomi AI Cube'.

Perangkat tersebut menggabungkan O100 dengan chip Xring lain untuk menangani beban kerja AI lokal secara berkelanjutan.

Komersialisasi chip ini dijadwalkan pada 2027. Potensi penerapannya mencakup ponsel pintar, tablet, robotika, dan berbagai perangkat lainnya.

O100 merupakan bagian dari keluarga chip Xring yang lebih luas, termasuk SoC mobile flagship dan chip untuk kendaraan.

Xiaomi tidak hanya mengejar proses node yang lebih kecil, tetapi juga fokus pada peningkatan bandwidth dan pengemasan.

Tujuannya adalah membuat AI generatif terasa responsif, privat, dan tetap dapat digunakan saat offline. Dengan langkah ini, Xiaomi menunjukkan ambisinya dalam pengembangan chip mandiri untuk mendukung ekosistem perangkatnya.

📰 Update Terbaru