unique visitors counter
⌂ Beranda News CFD Tiap Sabtu-Minggu, Ojol: Penutupan Jalan Ganggu Setoran
News

CFD Tiap Sabtu-Minggu, Ojol: Penutupan Jalan Ganggu Setoran

Ilustrasi pengemudi ojek online di kawasan Car Free Day Jakarta
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Wacana pelaksanaan Car Free Day (CFD) menjadi dua kali dalam sepekan, yakni Sabtu dan Minggu, memicu beragam tanggapan dari warga Jakarta.

Sejumlah masyarakat meminta pemerintah daerah menyesuaikan kebijakan itu dengan pola aktivitas warga agar manfaatnya optimal tanpa merugikan mobilitas publik.

Usulan Car Free Night pada Sabtu

Ayu, 31 tahun, warga Matraman, Jakarta Timur, mengusulkan agar CFD hari Sabtu diubah formatnya menjadi Car Free Night (CFN).

Menurutnya, opsi malam hari lebih efektif karena masih banyak pekerja yang masuk kantor pada Sabtu pagi.

"Dibanding CFD dua hari Sabtu dan Minggu, menurut saya lebih baik Sabtunya Car Free Night.

Tidak semua pekerja libur di hari Sabtu, jadi CFN lebih cocok," ujar Ayu kepada Pos Kota, Jumat, 11 September 2026.

Ayu menambahkan, CFN bisa menjadi alternatif ruang publik yang hidup bagi masyarakat yang ingin bersosialisasi di malam akhir pekan.

Jika direkayasa dengan matang, skema ini berpotensi membantu mengurangi titik-titik kemacetan malam Minggu.

"Malam Minggu biasanya banyak yang hangout, jadi CFN bisa jadi wadah. Kalau pengaturannya bagus, ini juga bisa membantu mengurai kemacetan," lanjutnya.

Di sisi lain, wacana penambahan durasi CFD memicu kekhawatiran bagi pelaku usaha transportasi umum dan logistik.

Hamdan, 36 tahun, seorang pengemudi ojek online (ojol), menilai penutupan ruas jalan tambahan di hari Sabtu berpotensi mengganggu mobilitas harian para pekerja jalanan.

Ia mengungkapkan, penutupan jalur saat CFD sering kali menyulitkan pengemudi menjangkau titik penjemputan penumpang maupun pengantaran barang.

📰 Update Terbaru