unique visitors counter
⌂ Beranda News Khutbah Jumat 18 September 2026: Menabur Benih Kebaikan, 10 Amal Jariyah yang Pahala-nya Terus Mengalir Meski Nyawa Telah Berpulang
News

Khutbah Jumat 18 September 2026: Menabur Benih Kebaikan, 10 Amal Jariyah yang Pahala-nya Terus Mengalir Meski Nyawa Telah Berpulang

Khutbah Jumat 18 September 2026: Menabur Benih Kebaikan, 10 Amal Jariyah yang Pahala-nya Terus Mengalir Meski Nyawa Telah Berpulang
Ilustrasi Masjid
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Kematian adalah satu-satunya kepastian yang tidak pernah ingkar janji. Ia adalah gerbang transisi yang akan dilalui setiap makhluk bernyawa, tanpa terkecuali. Namun, dalam perspektif Islam, berakhirnya detak jantung dan kembalinya jasad ke pangkuan bumi bukanlah tanda berakhirnya seluruh eksistensi seorang hamba. Justru, di sinilah letak keindahan ajaran Islam: kematian bukan sekadar akhir, melainkan fase di mana "investasi akhirat" yang telah kita tanam mulai memanen hasilnya.

Menyongsong Khutbah Jumat pada 18 September 2026, umat Muslim diajak untuk merenungkan kembali jejak kehidupan yang telah dan akan ditinggalkan. Ada sejumlah amalan mulia, yang dikenal sebagai amal jariyah, di mana pahala-nya tetap terus mengalir deras meskipun raga telah lama terbaring di liang lahat. Artikel ini akan mengupas tuntas naskah khutbah tersebut dengan pendekatan yang lebih mendalam, menggabungkan ketajaman analisis keagamaan, kedalaman emosional, dan relevansi praktis bagi kehidupan modern.


Ilusi Waktu dan Urgensi Menyiapkan Bekal Abadi

Seringkali, kita terjebak dalam ilusi bahwa waktu masih sangat panjang. Hari berganti hari, tahun berganti tahun, sementara daftar amal kebaikan masih minim terisi. Padahal, Allah SWT telah memberikan peringatan yang sangat jelas dalam Al-Qur’an agar kita tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang masih diberikan.

Dalam pembukaan Khutbah I, khatib mengingatkan jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan. Takwa bukan sekadar ritual formal, melainkan sebuah kesadaran mendalam bahwa setiap langkah, ucapan, dan tindakan kita sedang dicatat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Yasin ayat 12:

"Innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamū wa āṡārahum, wa kulla syai’in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn."

Artinya: "Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz)."

📰 Update Terbaru