unique visitors counter
⌂ Beranda News Khutbah Jumat 18 September 2026: Menabur Benih Kebaikan, 10 Amal Jariyah yang Pahala-nya Terus Mengalir Meski Nyawa Telah Berpulang
News

Khutbah Jumat 18 September 2026: Menabur Benih Kebaikan, 10 Amal Jariyah yang Pahala-nya Terus Mengalir Meski Nyawa Telah Berpulang

Khutbah Jumat 18 September 2026: Menabur Benih Kebaikan, 10 Amal Jariyah yang Pahala-nya Terus Mengalir Meski Nyawa Telah Berpulang
Ilustrasi Masjid
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Perspektif Puisi Spiritual: 10 Amalan Menurut Imam as-Suyuthi

Untuk memperkaya khazanah keilmuan kita, Khutbah Jumat 18 September 2026 ini juga mengutip keindahan narasi dari Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya, Ad-Dibaj ‘ala Muslim (Jilid VI, hlm. 227). Dengan gaya bahasa puitis yang mudah dihafal, beliau merangkum sepuluh jenis amalan yang pahalanya terus mengalir:

"Apabila anak Adam meninggal dunia, tidak ada amal yang terus mengalir baginya selain sepuluh: ilmu yang disebarluaskan, doa anak, menanam pohon, sedekah yang terus mengalir, mewariskan mushaf, berjaga di wilayah perbatasan (ribath), menggali sumur atau mengalirkan air, membangun rumah untuk orang asing agar dapat tinggal di dalamnya, membangun tempat untuk berzikir, dan mengajarkan Al-Qur’an."

Poin menarik yang ditambahkan dalam pandangan Imam as-Suyuthi adalah "menanam pepohonan". Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan ekologi telah lama menjadi bagian integral dari ibadah dalam Islam. Setiap buah yang dimakan burung, manusia, atau hewan dari pohon yang kita tanam, akan tercatat sebagai pahala bagi kita. Begitu pula dengan "mengajarkan Al-Qur’an", yang menegaskan bahwa mentransfer kemampuan membaca kitab suci adalah salah satu warisan terbesar yang bisa kita tinggalkan.


Relevansi di Era Modern: Bagaimana Kita Memulainya Hari Ini?

Naskah khutbah ini bukan sekadar teks seremonial untuk didengar lalu dilupakan. Ia adalah panggilan aksi (call to action) yang mendesak. Di tengah kesibukan dunia yang seringkali membuat kita lupa daratan, kita perlu bertanya pada diri sendiri: "Jejak apa yang akan saya tinggalkan jika saya dipanggil Allah besok pagi?"

Kita tidak perlu menunggu kaya raya untuk memulai amal jariyah.

  • Anda bisa memulai dengan mendigitalkan ilmu yang Anda miliki melalui tulisan atau video edukasi.
  • Anda bisa menyisihkan receh setiap hari untuk wakaf sumur atau pembangunan fasilitas umum melalui platform terpercaya.
  • Anda bisa menghabiskan waktu berkualitas untuk mendidik anak-anak dengan nilai-nilai agama yang kuat.
  • Anda bisa menanam satu pohon di halaman rumah atau mendukung gerakan penghijauan di komunitas Anda.
📰 Update Terbaru