Merasa posisi dominasinya terancam, Samsung tidak tinggal diam menunggu nasib. Reuters melaporkan bahwa raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut telah menjalankan kampanye pemasaran masif dan terkoordinasi di berbagai negara. Strategi utamanya sangat jelas: menonjolkan superioritas hardware yang telah teruji oleh waktu, ketahanan engsel, serta pengalaman Samsung sebagai pelopor sejati yang telah mempopulerkan industri ponsel lipat sejak hari pertama.
Kampanye pertahanan ini tampaknya cukup efektif dalam menahan laju eksodus pengguna. Data dari berbagai sumber industri menunjukkan adanya anomali menarik terkait perpindahan ekosistem. Secara global, jumlah pengguna iOS yang memutuskan untuk "hijrah" dan membeli seri Galaxy Z Fold 8 justru mencapai 1,6 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
Sementara itu, di pasar Amerika Serikat yang sangat kritis, sekitar 30 persen pembeli Galaxy Z Flip 8 dilaporkan berasal dari pengguna merek lain. Angka-angka statistik ini membuktikan satu hal: pasar foldable kini bukan lagi sekadar kategori niche untuk para penggemar teknologi, melainkan telah bertransformasi menjadi arena pertempuran sengit untuk merebut pengguna lintas ekosistem.
Apple Diproyeksikan Langsung Jadi 'Wakil Raja' Pasar Foldable
Dampak finansial dan strategis dari masuknya Apple ke pasar foldable juga diprediksi akan sangat masif. Lembaga riset pasar terkemuka, TrendForce, merilis proyeksi yang mencengangkan terkait peta persaingan ponsel lipat pada akhir tahun 2026 ini.
Samsung memang masih diproyeksikan memimpin pasar dengan estimasi pengiriman sekitar 7,1 juta unit ponsel lipat sepanjang tahun 2026, yang mengamankan pangsa pasar sebesar 35,1 persen. Angka ini menunjukkan bahwa dominasi Samsung dalam hal kapasitas dan volume produksi masih sangat sulit untuk digoyahkan dalam waktu singkat.
Namun, yang membuat seluruh industri terkejut adalah performa debut Apple. TrendForce memperkirakan Apple berpotensi langsung menjual sekitar 5 juta unit iPhone Duo hanya pada tahun pertamanya. Dengan angka penjualan yang fantastis tersebut, Apple diproyeksikan langsung menguasai 24,8 persen pangsa pasar global.