Air laut yang memiliki densitas tinggi memberikan gaya apung besar sehingga memudahkan kapal beroperasi secara stabil.
Densitas air laut berbeda dengan air tawar, sehingga faktor ini turut memengaruhi kinerja kapal selam.
Cara Kapal Selam Tenggelam dan Melayang
Untuk tenggelam, kapal selam mengisi tangki balasnya dengan air laut.
Proses ini menambah massa total kapal tanpa menambah volume yang signifikan.
Akibatnya, berat kapal menjadi lebih besar daripada gaya apung yang dihasilkan air yang dipindahkan.
Kapal pun mengalami gaya resultan ke bawah dan mulai menukik.
Semakin banyak air yang dimasukkan ke tangki balas, semakin cepat dan dalam kapal dapat tenggelam.
Mesin pendorong dan kemudi horizontal atau hydroplane membantu mengarahkan sudut penurunan agar lebih terkendali.
Kondisi melayang atau netral buoyancy dicapai ketika berat total kapal selam tepat sama dengan gaya apung.
Awak kapal mengatur jumlah air di tangki balas hingga mencapai titik keseimbangan ini.
Pada kondisi tersebut, kapal tidak lagi cenderung naik atau turun secara alami.
Kapal dapat melayang di kedalaman tertentu hanya dengan sedikit bantuan mesin pendorong untuk mempertahankan posisi.
Kondisi ini sangat penting untuk operasi diam-diam, pengamatan, atau penghematan energi.