Tempat pemungutan suara dibuka lebih awal pada Jumat di wilayah Timur Jauh Rusia, menandai dimulainya pemilu tiga hari yang hampir pasti dimenangkan partai Presiden Vladimir Putin.
Ini menjadi pemilu parlemen pertama Rusia sejak Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.
Konflik tersebut sejak itu telah menewaskan ratusan ribu orang.
Hanya partai yang mendukung Putin dan kampanye militer Kremlin yang terdaftar untuk ikut serta.
Moskow juga menyelenggarakan pemungutan suara di wilayah Ukraina yang diduduki.
Meski hanya sedikit pihak di Rusia yang meragukan kemenangan partai United Russia, pemilu ini menjadi kesempatan Kremlin mengukur dukungan publik terhadap perang Ukraina.
Dampak perang tahun ini terasa lebih dekat ke rumah dibanding sebelumnya.
Pemungutan suara untuk memperbarui 450 kursi Duma, majelis rendah parlemen Rusia, berlangsung hingga pukul 18.00 GMT pada Minggu.
Semenanjung Kamchatka dan Chukotka di kawasan Pasifik menjadi wilayah pertama dari 11 zona waktu Rusia yang mulai memilih.
Putin telah memimpin Rusia sejak Malam Tahun Baru 1999 dan partai United Russia mendominasi politik Rusia sejak awal 2000-an.
Moskow melarang kritik terhadap kampanye Ukraina, dan pemilu Rusia yang dikendalikan ketat Kremlin menghadirkan sedikit kejutan.
Lawan politik dan seruan oposisi
United Russia hanya menghadapi partai yang mendukung sebagian besar kebijakan Putin dan perang di Ukraina.
Partai-partai itu adalah Partai Komunis, LDPR nasionalis, A Just Russia, dan New People.
Yabloko, yang menyerukan penghentian pertempuran, dilarang ikut serta tak lama sebelum pemungutan suara.
Salah satu tokoh utamanya, Lev Shlosberg, dipenjara karena mengkritik perang.
