unique visitors counter
⌂ Beranda News Trump Minta Ukraina Hentikan Serangan ke Kilang Diesel Rusia, Soroti Kelangkaan Global
News

Trump Minta Ukraina Hentikan Serangan ke Kilang Diesel Rusia, Soroti Kelangkaan Global

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy
Trump Minta Ukraina Hentikan Serangan ke Kilang Diesel Rusia, Soroti Kelangkaan Global
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menghentikan serangan terhadap kilang minyak dan infrastruktur Rusia yang digunakan untuk memproduksi serta mendistribusikan diesel.

Menurut Trump, serangan tersebut menyebabkan kelangkaan diesel global.

Permintaan itu disampaikan setelah harga diesel di AS mencetak rekor pada Jumat, melonjak melewati rata-rata $6 per galon.

Ukraina telah berbulan-bulan menargetkan industri minyak dan gas Rusia dengan serangan jarak jauh.

Akibatnya, terjadi penjatahan bahan bakar di Rusia dan Moskow melarang ekspor diesel pada Juli, yang menghilangkan pasokan dari pasar global yang sudah ketat.

Kelangkaan global juga muncul setelah perang melawan Iran membatasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Harga bahan bakar membebani warga Amerika menjelang pemilihan sela pada November.

Trump ditanya seorang reporter apakah ia telah berbicara dengan Zelenskyy setelah percakapan terbarunya dengan Vladimir Putin dari Rusia.

Ia merespons dengan menyerukan Zelenskyy menghentikan serangan terhadap Rusia.

"Tuan Zelenskyy harus melakukan satu hal.

Dia harus berhenti melumpuhkan bahan bakar diesel di Rusia," kata Trump kepada wartawan di sela-sela Irish Open yang digelar di klub golf Doonbeg miliknya.

"Kami sudah berbicara dengan Tuan Zelenskyy soal ini. Ada banyak target lain.

Jangan serang diesel, karena itu merugikan dunia," ujarnya.

Ekspor Diesel dari Negara Teluk Anjlok

Menurut laporan International Energy Agency yang diterbitkan Jumat, ekspor bersih diesel dan gasoil dari negara-negara Teluk pada Agustus hanya "sedikit di atas seperempat" dari level sebelum perang melawan Iran dimulai pada Februari.

"Gangguan pada sistem penyulingan Rusia dan hampir terhentinya ekspor produk setelah serangan Ukraina yang intensif telah memperburuk kerugian ini," tulis IEA.

📰 Update Terbaru