unique visitors counter
⌂ Beranda News Rumah Nyaris Ambruk, Lansia Sebatang Kara di Pandeglang Bertahan
News

Rumah Nyaris Ambruk, Lansia Sebatang Kara di Pandeglang Bertahan

Ilustrasi rumah panggung kayu tua yang nyaris ambruk di pedesaan
A A Ukuran Teks16px

Abah Basri, 56 tahun, warga Kampung Cugung, Desa Padahayu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten, hidup sebatang kara di usia senja.

Ia menempati rumah panggung peninggalan orang tuanya yang kini nyaris ambruk dan tak layak huni.

Kondisi bangunan itu terlihat memprihatinkan. Atap rumbia penuh lubang, sementara dinding anyaman bambu mulai rapuh dimakan usia.

Sebagian besar area dalam rumah, termasuk kamar tidur dan tempat salat, tak lagi bisa digunakan setelah lantai bambunya runtuh.

Kini Abah Basri hanya memanfaatkan ruang tamu sebagai satu-satunya area untuk beraktivitas sekaligus tidur.

Saat hujan deras dan angin kencang menerpa, ia menambal celah bangunan dengan bahan seadanya.

"Untuk menahan air hujan dan terpaan angin, saya menutup bagian rumah yang bocor menggunakan material seadanya, seperti plastik, karung, hingga bekas spanduk kampanye," ujar Basri.

Untuk menyambung hidup, lansia yang sering sakit-sakitan ini menggantungkan nasib dari pekerjaan serabutan.

Ia mengumpulkan kayu bakar, memungut buah melinjo di kebun tetangga, hingga mengurus ternak ayam milik warga sekitar.

"Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja saya masih sering kesulitan," tuturnya.

BPD Padahayu Benarkan Kondisi Rumah Sudah Mau Ambruk

Kondisi prihatin yang dialami Abah Basri dibenarkan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Padahayu, Enjat.

Ia menyebut struktur rumah tersebut sudah mengalami keretakan dan bahaya kerusakan parah sejak setahun terakhir.

"Abah Basri tinggal sendirian. Anak-anaknya ada, tapi tinggal jauh.

Rumahnya memang sudah mau ambruk sejak tahun kemarin. Kesehariannya ya cuma mengandalkan hasil kebun seadanya," jelas Enjat.

📰 Update Terbaru