unique visitors counter
⌂ Beranda News Karyawan Club de Arjuna Demo di Kedoya, Gaji Terhenti karena Lahan
News

Karyawan Club de Arjuna Demo di Kedoya, Gaji Terhenti karena Lahan

Karyawan Club de Arjuna Demo di Kedoya, Gaji Terhenti karena Lahan
A A Ukuran Teks16px

Ratusan karyawan Club de Arjuna yang dikelola PT Arjuna Prabadwipa Amarta menggelar unjuk rasa di depan gedung Arjuna Hyperbowling, Jalan Raya Kedoya, Jakarta Barat, Kamis, 17 September 2026.

Mereka membawa poster dan spanduk yang menyuarakan keresahan soal nasib pekerjaan serta penghasilan yang terhenti.

Aksi itu dipicu penyegelan area operasional Club de Arjuna yang membuat aktivitas usaha berhenti.

Dampaknya, ratusan karyawan tidak dapat bekerja dan kehilangan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Poster dan Spanduk Suara Pekerja

Dalam aksi tersebut, para pekerja membawa sejumlah tulisan yang menggambarkan kegelisahan mereka.

Salah satu poster bertuliskan, “Kami perlu makan, jangan tutup tempat kerja kami.”

Poster lain menyuarakan pertanyaan serupa, seperti “Di Mana Keadilan Kalau Semua Orang Bisa Segel Tempat Kerja Kami?” dan “Tempat Kerja Kami Ditutup, Siapa yang Menampung Kami?”

Ada pula tulisan “Anak Kami Perlu Makan”, “Anak Kami Perlu Sekolah”, “Ke Mana Kami Harus Mengadu?” hingga “Kami Ini Korban”.

Puluhan poster dan spanduk itu menjadi gambaran keresahan pekerja yang merasa kehilangan tempat menggantungkan hidup.

Aksi penyampaian pendapat berlangsung damai dan tertib.

Aparat kepolisian setempat berjaga di sekitar lokasi, terutama di area gerbang utama fasilitas, untuk memastikan kegiatan aman dan kondusif.

Manajemen Mengaku Memahami Aspirasi Karyawan

Manajemen PT Arjuna Prabadwipa Amarta menyatakan memahami aksi yang dilakukan para pekerja.

Perusahaan menyebut penyampaian aspirasi tersebut merupakan bentuk suara hati karyawan yang terdampak langsung oleh persoalan sengketa.

Bagi para pekerja, berhentinya aktivitas bukan sekadar soal tidak bisa masuk kerja.

Di balik pintu tempat usaha yang tertutup, kebutuhan rumah tangga tetap berjalan, biaya sekolah anak harus dibayar, dan kebutuhan sehari-hari tidak ikut berhenti.

📰 Update Terbaru