Variety pada Minggu (20/9) memberitakan angka US$60 juta ini menumbangkan rekor Resident Evil: Afterlife (2010) yang sebelumnya memegang debut tertinggi waralaba lewat raihan US$26 juta.
Keberhasilan ini kian mengukuhkan posisi Cregger di genre horor modern setelah sukses lewat Barbarian (2022) dan Weapons tahun lalu.
Tak hanya secara box office, Resident Evil juga disambut hangat penonton yang tercermin dari skor 96 persen di Rotten Tomatoes, serta nilai B+ di CinemaScore.
Analis tren pasar Rentrak, Paul Dergarabedian, menilai keputusan Sony menyerahkan waralaba raksasa ini ke tangan Cregger terbukti ampuh menyuntikkan kesegaran baru bagi penonton muda.
Senada, pengamat industri dari FranchiseRe, David A.
Gross, menyebut hasil ini sebagai momen kebangkitan besar bagi seri Resident Evil yang sempat terpuruk lewat Welcome to Raccoon City pada 2021.
Merespons capaian komersial yang melampaui ekspektasi serta ulasan positif kritikus, pihak studio diyakini tak akan membiarkan momentum emas ini berlalu begitu saja tanpa penggarapan babak baru.
Resident Evil tayang 16 September di bioskop Indonesia.