unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Harga Jual Motor Listrik Bekas Anjlok, Pengguna Pilih Upgrade Baterai
News

Harga Jual Motor Listrik Bekas Anjlok, Pengguna Pilih Upgrade Baterai

Pengguna motor listrik di Indonesia
Harga Jual Motor Listrik Bekas Anjlok, Pengguna Pilih Upgrade Baterai
A A Ukuran Teks16px

Pengguna motor listrik di Indonesia menghadapi tantangan berupa harga jual kembali yang rendah, bahkan di bawah Rp 10 juta, meski harga awalnya mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.

Kondisi ini dialami sejumlah pemilik yang ingin menjual kendaraannya, baik untuk upgrade maupun alasan lain.

Kiagus Abdul Rofi, pengguna Uwinfly T5 sejak 2022, sempat ingin menjual motornya untuk upgrade karena banyak model baru dengan fitur lebih baik.

Namun, saat menanyakan ke diler, ia terkejut karena harga tukar yang ditawarkan sangat rendah.

Kiagus membeli motor seharga Rp 16 juta pada 2022, tetapi hanya ditawar Rp 3 juta karena baterai pernah diganti dan kondisi sudah dipakai empat tahun.

Ia mengaku agak kesal, tetapi memahami bahwa banyak orang belum tahu nilai motor listrik sehingga harga wajar turun.

Berbeda dengan Kiagus, Hadyan Ahmad Farizi, pengguna Polytron Fox R 2024, mengaku belum berniat menjual motor listriknya dan tidak akan kembali ke motor bensin.

Hadyan memilih menjual motor secara mandiri melalui platform online dan menganggap motor listrik seperti barang elektronik yang akan dipakai sampai rusak.

Ia memperkirakan motor yang dipakai dua tahun akan dijual antara Rp 8 juta hingga Rp 11 juta, sementara harga pasar Polytron Fox R mulai Rp 10 jutaan.

Sementara itu, Randy Waluya, pengguna Yadea E8s Pro 2023, memilih tidak menjual motor listriknya dan lebih fokus meng-upgrade baterai untuk mempertahankan performa.

Randy menceritakan karakter baterai SLA yang mulai loyo di bawah 50 persen, sehingga ia harus mengecas setiap ke kantor.

Pada Februari 2025, baterai motornya kembung dan ia mengantre satu bulan untuk penggantian unit baru yang setipe.

Setelah baterai baru hasil klaim garansi dipakai pada Maret 2025, performa kembali seperti semula dengan top speed 60 km/jam.

Pada September 2025, Randy mengganti baterai SLA ke LiFePO4 dengan biaya sekitar Rp 9,5 juta, menyesuaikan kebutuhan dan anggaran.

Ia menilai ekosistem jual beli motor listrik sudah berkembang dan mudah untuk menjual motor bekas saat ini.

Randy menyebut beberapa bulan ke belakang Yadea E8s Pro sempat digoreng dan harganya naik.

Penurunan harga jual kembali motor listrik bekas dipahami sebagai bagian dari fase adaptasi teknologi baru.

Sebagian pengguna memilih menggunakan motor sampai masa pakai habis atau meng-upgrade baterai untuk mempertahankan performa kendaraan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru