"Melihat ke cermin adalah pengalaman yang dinamis dan interaktif. Kita bergerak, menyesuaikan ekspresi, dan memilih sudut pandang dari mana kita melihat diri kita sendiri.
Sebuah foto membekukan sepersekian detik, sering kali dalam kondisi pencahayaan, jarak kamera, dan lensa yang biasanya tidak kita pilih," jelas Cazzato.
Dalam eksperimen terpisah, Cazzato menggabungkan fitur wajah peserta dengan wajah orang lain yang menjalani perawatan kosmetik.
Hasilnya memperlihatkan bahwa peserta tetap mengenali gambaran tersebut sebagai diri mereka.
"Ini tidak menunjukkan bahwa setiap orang memiliki gambaran mental diri mereka yang lebih cantik.
Secara lebih luas, ini menunjukkan bahwa representasi wajah diri bersifat fleksibel dan dapat menggabungkan fitur-fitur yang bernilai positif dari wajah lain, terutama selama penilaian yang cepat dan kurang disengaja," kata Cazzato.