Ed Sheeran dilaporkan kehilangan lebih dari 439 ribu followers di akun Instagram pribadinya dalam rentang 30 hari.
Penurunan itu diyakini buntut pendepakan Macklemore dari rangkaian tur konser Loop Tour.
Macklemore didepak setelah menyuarakan dukungan kepada Palestina pada awal September 2026.
Puncak Kehilangan Followers
Data analitik Social Blade yang diberitakan Newsweek pada Selasa (22/9) menunjukkan lonjakan penurunan paling tajam di puncak kontroversi.
Saat itu, lebih dari 248 ribu followers hilang.
Pada 15 September, akun Instagram pelantun Shape of You itu kehilangan hampir 150 ribu followers.
Kemerosotan berlanjut dengan lebih dari 98 ribu pengikut pada hari berikutnya.
Tren negatif di media sosial ini dinilai mengancam reputasi sang bintang.
Ketua Reputation Management Consultants Eric Schiffer menilai langkah Sheeran menyeretnya ke perdebatan politik yang sangat terpolarisasi.
Menurut Schiffer, hal itu merugikan kariernya.
"Ed Sheeran sangat konyol dalam cara dia mengelola kontroversi ini, dan ini menjadi bahaya bagi kariernya," ujar Schiffer.
Ia menilai langkah terbaik pemenang empat piala Grammy tersebut adalah mundur dari panggung politik dan kembali fokus pada dunia musik.
Prahara ini berawal ketika Macklemore didepak dari rangkaian Loop Tour usai menyampaikan pernyataan pro-Palestina saat tampil di New Jersey.
Dalam komunikasi dengan Macklemore, Ed Sheeran mengatakan tak bisa lanjut tur apabila rapper bernama lengkap Benjamin Haggerty ini terus manggung sebagai opening act-nya.
Keputusan tersebut memantik kritik keras dari para aktivis hingga berujung pada aksi mundur massal dari jajaran musisi pembuka lainnya sebagai bentuk solidaritas.
