Toko Seoul Gallery di Balai Kota Seoul yang dibuka pada Februari mencatat lebih dari 22 persen pengunjungnya berasal dari luar negeri.
Kim Hyung-rae, pejabat perencanaan hubungan masyarakat Seoul, menyatakan minat internasional terhadap produk tersebut menunjukkan desain berbasis Seoul memiliki daya tarik global.
Kim menilai popularitas viral topi di media sosial Jepang dan data penjualan internasional membuktikan desain terinspirasi Seoul menjadi produk budaya yang kuat.
Ia menyatakan pihaknya akan memperluas kolaborasi dengan usaha kecil, desainer lokal, dan brand swasta.
Tujuannya merilis merchandise yang menangkap budaya dan narasi kota.
Seoul ingin bertransformasi dari sekadar suvenir kota menjadi brand yang ingin dikenakan dan dimiliki orang di seluruh dunia.