Amazfit T-Rex Dual Solar menjadi smartwatch premium yang menyasar pengguna aktif di luar ruangan.
Daya tarik utamanya adalah panel surya ganda yang diklaim mampu memperpanjang daya tahan baterai hingga 180 hari.
Klaim tersebut berlaku dalam kondisi pemakaian tertentu, sehingga bukan berarti jam ini bisa dipakai berbulan-bulan tanpa pengisian daya sama sekali.
Spesifikasi dan Harga Global
Amazfit memperkenalkan T-Rex Dual Solar secara global pada 22 September 2026. Jam ini tersedia dalam satu pilihan bodi titanium dengan tali berwarna hitam.
Harga globalnya mulai sekitar Rp11,5 jutaan di Amerika Serikat, Rp15,7 jutaan di Inggris, dan Rp13,3 jutaan di kawasan Euro.
Belum ada pengumuman resmi soal harga maupun ketersediaan untuk pasar Indonesia.
Layar AMOLED 1,32 inci menjadi salah satu bagian paling menonjol. Amazfit menyebut kecerahan puncaknya mencapai 3.000 nit.
Angka itu membuat tampilan jam tetap lebih mudah dibaca di bawah sinar matahari, misalnya saat bersepeda, mendaki, atau berlari.
Layar tersebut dilindungi kaca safir, sedangkan rumah jamnya menggunakan titanium.
Amazfit mencatat tingkat kecerahan yang sama pada Cheetah 2 Pro, Cheetah 2 Ultra, dan Bip Max.
Namun, T-Rex Dual Solar punya pembeda pada daya tahan baterai dan konstruksi bodinya.
Amazfit T-Rex Dual Solar menggunakan baterai berkapasitas 660 mAh. Dalam penggunaan normal, jam ini diklaim mampu bertahan hingga 25 hari.
Angka itu sudah tergolong panjang untuk smartwatch dengan layar AMOLED. Daya tahan maksimalnya baru terlihat ketika panel surya ikut mendapat paparan cahaya secara rutin.
Amazfit menyediakan panel fotovoltaik di sisi depan dan belakang jam. Keduanya dirancang untuk menangkap energi cahaya, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada kondisi pemakaian.
Berdasarkan klaim Amazfit, paparan cahaya matahari dengan intensitas 50.000 lux selama tiga jam per hari dapat memperpanjang daya tahan baterai menjadi beberapa skenario.