PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merencanakan perluasan jaringan KRL Jabodetabek hingga Cikampek dan kawasan Lido pada 2028.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas angkut penumpang harian yang saat ini rata-rata mencapai 1,1 juta orang per hari.
Pada masa puncak, jumlah penumpang bisa menyentuh 1,3 juta orang per hari.
Perluasan Lintas Timur dan Selatan
Pengembangan lintas timur membentang sejauh 42 kilometer dari Cikarang menuju Cikampek.
Sementara lintas selatan akan memperpanjang rute Bogor hingga Cigombong dan Lido.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa perpanjangan Bekasi Line dari Cikarang ke Cikampek sekitar 42 km.
Untuk Bogor Line, rute yang sekarang sampai Bogor akan diperpanjang hingga Cigombong dan Lido.
Ia menargetkan proyek ini selesai pada 2028.
KAI mematok target kapasitas angkut KRL Jabodetabek mampu menembus 2 juta penumpang per hari setelah penambahan prasarana dan jaringan rampung.
Peningkatan Prasarana di Jalur Eksisting
Upaya peningkatan kapasitas juga dilakukan pada jalur operasional eksis, termasuk Lintas Rangkasbitung atau Green Line.
KAI mulai menambah lima gardu traksi dan meningkatkan kapasitas sembilan gardu lainnya pada 2026.
Tujuannya agar seluruh rangkaian dapat menggunakan formasi 12 kereta (SF12) pada semester I-2027.
Peningkatan sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung turut digarap.
Headway yang sebelumnya 10-15 menit akan dipangkas menjadi 4-5 menit.
Untuk jalur Bogor Line, KAI menyiapkan rekayasa perjalanan dengan mengakhiri rute Nambo Line di Citayam.
Penyesuaian ini diproyeksikan membuka 22 slot perjalanan baru menuju Bogor.
Selain itu, kapasitas rute tersebut diharapkan meningkat lebih dari 30 persen.
