(Catatan Redaksi: Bagi Anda yang ingin mencoba server komunitas ini, kewaspadaan tingkat tinggi sangat diperlukan. Selalu verifikasi keamanan launcher dan jangan pernah menggunakan data akun pribadi yang terhubung dengan informasi finansial).
3. Paragon: Ambisi Epik Epic Games dalam Perspektif Orang Ketiga
Bayangkan sebuah MOBA di mana Anda tidak melihat karakter Anda dari angkasa, melainkan berada tepat di belakang punggungnya, merasakan setiap ayunan pedang dan ledakan sihir secara langsung. Itulah Paragon, bukti betapa jauhnya ambisi genre ini bisa dibawa.
Visual Memukau dan Sistem Kartu yang Inovatif Dibangun di atas Unreal Engine 4 dan rilis Early Access pada 2016, Paragon menawarkan grafis kelas AAA yang memanjakan mata. Format 5v5 dengan tiga lane tetap dipertahankan, namun sensasi skill-shot dan positioning terasa seperti bermain game action atau shooter kelas berat.
Salah satu fitur paling jeniusnya adalah Card System. Alih-alih membeli item dari toko statis, pemain menyusun deck kartu sebelum pertandingan untuk mengustomisasi atribut hero, menciptakan lapisan strategi pre-game yang sangat dalam.
Warisan yang Hidup Melalui Predecessor Meski Epic Games menutup server resminya pada 26 April 2018 karena masalah monetisasi, kematian Paragon bukanlah akhir. Epic menggratiskan seluruh aset game untuk publik. Warisan ini kemudian dipungut dan dihidupkan kembali oleh Omeda Studios melalui Predecessor, membawa konsep MOBA third-person ke era modern dengan grafis dan mekanik yang jauh lebih matang.
4. Gigantic: Kolaborasi Epik MOBA dan Hero Shooter
Apa yang terjadi jika Anda mencampuradukkan strategi lane MOBA dengan aksi tembak-menembak ala Overwatch? Jawabannya adalah Gigantic. Game ini mengubah paradigma kemenangan MOBA yang biasanya berpusat pada markas, menjadi pertarungan raksasa yang sinematik.