Menteri Pertanian Amran Sulaiman menerima audiensi sekitar 1.000 petani asal Indramayu di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis pagi.
Pertemuan itu merespons keluhan soal krisis air, infrastruktur irigasi, keterbatasan pupuk, dan alat mesin pertanian.
Audiensi berlangsung sebelum aksi demonstrasi Hari Tani Nasional.
Petani tadah hujan Indramayu menyampaikan bahwa mereka kerap gagal panen karena ketersediaan air minim, meski menanam dua kali dalam setahun.
"Pak Amran, kami petani tadah hujan. Sudah lama.
Tiap tahun nanam dua kali, tapi yang panen cuma satu kali," ujar salah seorang petani.
Mereka menjelaskan saluran irigasi sepanjang 24,75 kilometer dari Bendungan Cipanas belum terhubung ke lahan.
Cakupan bantuan irigasi perpompaan yang diterima sebelumnya dinilai belum memadai untuk 24 basis kelompok tani.
Respons Amran dan Janji Bantuan
Amran menghubungi Balai Wilayah Sungai Cisanggarung untuk memastikan percepatan pengerjaan jaringan irigasi air tanah dan infrastruktur pengairan dari Bendungan Cipanas.
Sasaran infrastruktur itu adalah kawasan pertanian terdampak di Kecamatan Kroya dan Gantar.
"Ini sudah dua tahun didemo. Ini rakyat kita, ini saudara kita, ini anak kita.
Apa bisa, bagaimana programnya progresnya? Karena ini sudah dicek dulu," kata Amran.
Ia menekankan pentingnya penyelesaian krisis air demi menjaga keberhasilan panen petani.
Amran juga menyatakan siap mengalihkan anggaran Kementan jika ada kendala pendanaan pada kementerian terkait.
"Kalau tidak ada anggarannya, saya pindahkan dari Kementerian Pertanian. Bisa?
Berapa biayanya? Bisa tidak selesai masalah ini?
Inilah gunanya kita melayani rakyat," tegasnya.
