Daya Tahan dan Pengisian Daya: Mengatasi Kecemasan Baterai
Menyematkan baterai besar pada perangkat lipat tiga adalah mimpi buruk rekayasa. Namun, Huawei berhasil menjawab kekhawatiran ini dengan menyematkan baterai berkapasitas 5.600 mAh. Mengingat layar raksasa 10,2 inci yang berpotensi menyedot daya, kapasitas ini merupakan pencapaian yang patut diacungi jempol.
Untuk pengisian daya, perangkat ini mendukung fast charging kabel hingga 66W dan pengisian nirkabel (wireless charging) hingga 50W. Fleksibilitas ini memastikan pengguna dapat segera kembali beraktivitas tanpa terikat terlalu lama pada stopkontak.
HarmonyOS 7: Otak Perangkat Lunak yang Adaptif
Perangkat keras yang canggih tidak akan berarti tanpa perangkat lunak yang mampu mengendalikannya. Huawei Mate XT 2 menjalankan HarmonyOS 7 secara native. Sistem operasi ini telah dioptimalkan secara khusus untuk menangani transisi mulus antara mode ponsel (satu layar) dan mode tablet (tiga layar terbuka).
Antarmuka pengguna (UI) secara otomatis menyesuaikan tata letak aplikasi. Meskipun tanpa layanan Google Mobile Services (GMS), kekuatan AppGallery dan kemampuan adaptasi aplikasi pihak ketiga di HarmonyOS 7 pada tahun 2026 ini sudah jauh lebih matang untuk menunjang kebutuhan profesional.
Peta Harga di China dan Realita Pasar Indonesia
Di pasar China, Huawei menetapkan posisi ultra-premium yang tegas. Berikut adalah rincian harga resminya:
- 16 GB + 256 GB: 19.999 Yuan (± Rp52,7 juta)
- 16 GB + 512 GB: 21.999 Yuan (± Rp58 juta)
- 16 GB + 1 TB: 23.999 Yuan (± Rp63,2 juta)
- 16 GB + 1 TB (Edisi Privacy Display): 24.999 Yuan (± Rp65,9 juta)
- Special Edition (16 GB + 2 TB + Stylus): 29.999 Yuan (± Rp79 juta)
Lantas, bagaimana dengan Indonesia?