Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyatakan banjir dahsyat yang melanda negaranya bulan lalu bukan sekadar tragedi lokal, melainkan peringatan bagi dunia.
Pernyataan itu disampaikan Shah di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis.
Ia menegaskan iklim yang memanas telah mengganggu keseimbangan ekologi Himalaya yang rapuh.
Menurut Shah, kondisi itu mempercepat mencairnya permafrost dan gletser serta meningkatkan berbagai bahaya.
Seruan kepada Dunia Internasional
Shah mendesak komunitas internasional turut menanggung biaya adaptasi terhadap perubahan iklim.
Ia menekankan Nepal tidak dapat membangun ketahanan sendirian menghadapi krisis yang diperburuk oleh kegagalan tata kelola global.
Seruan itu menegaskan posisi Nepal sebagai negara yang paling terdampak meski kontribusinya terhadap emisi global kecil.
Shah menggambarkan banjir tersebut sebagai peringatan yang berlaku luas, bukan hanya bagi Nepal.
Ia menyoroti bahwa pemanasan iklim berdampak langsung pada wilayah pegunungan yang menjadi sumber air bagi banyak negara.
Karena itu, ia menilai solidaritas dan dukungan internasional menjadi kebutuhan mendesak.
Pernyataan ini menempatkan Nepal sebagai salah satu negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Seruan tersebut juga menekankan bahwa biaya adaptasi tidak bisa dipikul sendiri oleh negara-negara berkembang.
Dengan menyampaikan hal itu di forum PBB, Shah berharap perhatian dunia terhadap krisis iklim di kawasan Himalaya semakin meningkat.