Para astronom berhasil mendeteksi sinyal radio yang berasal dari eksoplanet Beta Pictoris b. Penemuan ini menggunakan instrumen teleskop radio MeerKAT yang berlokasi di Afrika Selatan.
Eksoplanet adalah planet yang berada di luar Tata Surya. Sejak era 1990-an, peneliti telah mempelajari ribuan objek semacam ini.
Data NASA mencatat lebih dari 6.000 eksoplanet telah terkonfirmasi. Namun, miliaran eksoplanet lain diyakini masih belum teridentifikasi.
Proxima Centauri B menjadi eksoplanet terdekat dengan Bumi, berjarak sekitar empat tahun cahaya. Satu tahun cahaya setara dengan 9,46 triliun kilometer, sehingga jaraknya hampir 40 triliun kilometer.
Ilmuwan menganalisis komposisi eksoplanet dengan mengukur diameter dan beratnya. Kondisinya beragam, dari planet berbatu seperti Bumi dan Venus hingga yang didominasi es, air, besi, atau karbon.
Meski unsur penunjang ditemukan, belum ada bukti keberadaan kehidupan di eksoplanet. Sinyal radio ini pun dipastikan bukan tanda aktivitas alien.
Mekanisme Sinyal Radio di Beta Pictoris b
Pancaran gelombang ditangkap tim peneliti pimpinan Kevin Ortiz Ceballos dari Center for Astrophysics Harvard & Smithsonian.
Mereka mengamati sistem bintang β Pictoris yang berjarak sekitar 64 tahun cahaya dari Bumi.
Sinyal radio yang terdeteksi awalnya lemah dan berulang. Lokasinya sulit dipetakan, apakah berasal dari bintang induk atau planet di sekitarnya.
Ilmuwan membandingkan citra radio dengan posisi kuasar jauh yang stabil sebagai titik acuan. Hasilnya, sinyal terbukti terpancar langsung dari planet β Pictoris b.
Gelombang radio ini tercipta dari fenomena aurora yang memicu interaksi dengan medan magnet kuat planet. Partikel berenergi tinggi ditarik medan magnet ke atmosfer, menghasilkan cahaya dan gelombang radio.
"Di sini, kami melaporkan deteksi langsung pertama emisi radio aurora dari sebuah eksoplanet, planet raksasa β Pictoris b, dengan susunan MeerKAT," tulis tim tersebut, dikutip dari phys.
org.
Planet raksasa β Pictoris b memiliki medan magnet sedikitnya 1.250 gauss pada area gelombang radio terpancar.
Angka ini jauh melampaui medan magnet Jupiter yang terkuat di Tata Surya, berkisar 4,2 hingga 10,14 gauss di kutubnya.
Tim peneliti mengungkap temuan ini selaras dengan kajian teoritis tentang besaran medan magnet planet raksasa berusia muda.
