Laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026) malam, berakhir imbang 0-0.
Pertandingan tersebut diwarnai insiden kartu merah yang menimpa gelandang Garuda, Thom Haye.
Haye diusir wasit asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, pada menit ke-37 setelah melakukan pelanggaran terhadap winger Malaysia, Arif Aiman.
Wasit awalnya memberikan kartu kuning, namun membatalkannya dan langsung memberi kartu merah usai meninjau Video Assistant Referee (VAR).
Tayangan ulang menunjukkan kaki Haye mengenai area pergelangan atau bagian belakang kaki Arif Aiman, yang juga dicatat FIFA dalam laporan pertandingannya.
Respons Publik di Media Sosial
Momen ini memicu perbincangan hangat di media sosial, di mana mayoritas warganet menilai keputusan wasit mengepulsi Haye sudah tepat karena dampaknya yang berbahaya.
Sejumlah warganet menyampaikan pandangannya terkait insiden pelanggaran tersebut melalui berbagai unggahan.
"Setuju. Fatal banget pelanggaran kayak gitu," kata @IgnatiusAryono.
"Setuju kartu merah. Cuma yang disayangkan GOL yg dianulir gak di cek VAR," ujar @Rofiqsky77.
"Setuju. Memang layak kartu merah," ucap @GYS_Blue.
"Sebagai orang yang suka Bola, agak ga seneng tp Setuju sih," kata @makirafuku.
"Haye pinter olah bola tapi tidak dgn cara tekel,,, itu sangat bodoh. ," kata @Aminleia.
"bahaya iru engkel pak, setuju 100%. satu²nya yg bisa lolos dari fouls gini messi😎," sindir @kitsuneo333.
Kevin Diks Pasang Badan
Di tengah gelombang kritik tersebut, kapten Timnas Indonesia Kevin Diks pasang badan dan meminta publik agar tidak menjadikan rekan setimnya sebagai kambing hitam atas hasil imbang tersebut.
"Thom tidak sengaja melakukannya. Jadi sebelum semua orang menyalahkan Thom, hal seperti itu bisa terjadi," kata Diks.
Diks menjelaskan bahwa insiden pelanggaran di lapangan berlangsung sangat cepat.
Ia memberikan apresiasi atas kerja keras seluruh pemain Indonesia yang sanggup bertahan hingga akhir laga kendati harus berlaga dengan 10 pemain sejak babak pertama.