Kunjungan Paus Leo XIV ke Prancis berakhir pada Minggu dengan antusiasme besar dari umat Katolik. Ratusan ribu orang menghadiri rangkaian acara yang digelar di beberapa lokasi.
Vatikan mencatat sekitar 800.000 orang memadati jalanan Paris saat Misa terbuka pada Sabtu. Angka itu menjadi salah satu puncak keramaian selama kunjungan kepausan tersebut.
Sebelumnya, doa bersama di Stade de France pada Jumat malam dihadiri sekitar 80.000 pemuda.
Adapun lebih dari 150.000 orang menghadiri Misa Hari Minggu di situs ziarah Lourdes.
Antusiasme di Tengah Prancis yang Sekuler
Meski antusiasme publik tinggi, Prancis tetap dikenal sebagai salah satu negara paling sekuler di Eropa.
Duta Besar Prancis untuk Takhta Suci Charles Personnaz menyoroti pertukaran hidup antara Paus dan rakyat Prancis.
"Pertukaran yang sangat hidup antara Paus dan rakyat Prancis," kata Charles Personnaz.
Ia menambahkan momen ini menjadi kesempatan penting bagi generasi muda di Eropa. Menurutnya, ada imbauan kepada kaum muda untuk terlibat demi perdamaian dan tidak takut akan masa depan.
"Sebuah imbauan kepada kaum muda untuk melibatkan diri demi perdamaian, tidak takut akan masa depan.
Dan itu adalah tanda yang luar biasa bagi kaum muda Prancis dan seluruh Eropa, pada kenyataannya," ujar Charles Personnaz.
Data Konferensi Waligereja Prancis mencatat 21.386 pembaptisan dewasa dan remaja pada Paskah tahun ini.
Angka itu mencakup 13.234 orang dewasa, naik 28 persen dari tahun sebelumnya dan lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dekade lalu.
Namun, survei badan statistik nasional menunjukkan 51 persen warga Prancis berusia 18 hingga 59 tahun mengaku tidak memiliki agama.
Pemeluk Katolik hanya mencapai 29 persen.
Kelompok Kristen non-Katolik tumbuh dari 2,5 persen menjadi 9 persen dalam dekade terakhir.
Sementara pemeluk Islam naik dari 8 persen menjadi 11 persen pada kelompok usia 18 hingga 49 tahun.
Kunjungan ini juga berlangsung di tengah perbedaan pandangan antara ajaran Gereja Katolik dan kebijakan pemerintah Prancis.
Prancis telah memasukkan hak aborsi ke dalam konstitusinya pada 2024 serta mengesahkan undang-undang yang mengizinkan bantuan medis untuk mengakhiri hidup bagi penderita penyakit berat bulan lalu.
